PTM Dihentikan, Siswa di Bogor Belajar di Rumah Sampai Batas Waktu Tidak Ditentukan

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan menghentikan sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang pendidikan yang ada di wilayahnya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Keputusan siswa belajar di rumah secara online atau daring ini serupa dengan kebijakan yang diambil kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat (Jabar), menghentikan sementara kegiatan PTM di sekolah setingkat SMA yang ada di-Kota Bogor mulai Senin (31/1) kemarin.

“Kita sepakat menunda PTM di semua tingkatan. Karena angkanya tinggi sekali. Ada 45 orang terpapar di seluruh sekolah dan kemungkinan akan menyebar,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya baru-baru ini.

“Kebijakan penundaan PTM sementara akan dilakukan sesegera mungkin hingga batas waktu yang belum ditentukan, dan selama tidak ada aktivitas di sekolah, pembelajaran dilakukan di rumah secara daring,” sambungnya.

Baca Juga  Proyek Surken Rp30 M dari Dana PEN Terancam Molor

Bima menargetkan, PTM akan kembali diberlakukan setelah angka kasus Covid-19 di Kota Bogor menurun dan vaksinasi anak sudah mencapai 100 persen.

“Sampai jangka waktu belum ditentukan. Sampai angka Covid-nya terus melandai dan vaksin anak-anak sudah full dan diberikan booster,” ucap Bima Arya.

Berdasarkan data, dijelaskan Bima Arya, klaster penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Kota Bogor saat ini yaitu klaster keluarga dan disusul klaster luar kota.

“Jadi kalau anak terkena di sekolah maka akan membuat ledakan di klaster keluarga. Dikhawatirkan akan menulari lansia yang punya komorbif dan lain-lain,” lanjut Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, penghentian PTM di Kota Bogor segera dilakukan.

“Kami inginya segera dilakukan (penghentian PTM). Hanya saja, saat ini Disdik perlu waktu untuk sosialisasi dan mengeluarkan kebijakan (penerbitan surat edaran),” kata Hanafi.

Baca Juga  Rencana Pembangunan 3 Jembatan di Kecamatan Bogor Tengah Kembali Diusulkan Tahun 2023

Sebelumnya, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat (Jabar) memutuskan menghentikan sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah setingkat SMA yang ada se-Kota Bogor mulai Senin (31/1) besok.

Keputusan ini sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar bernomor: 0389/PW.07.01-Cadisdik.wil.II.

“Benar. Berlaku untuk sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta yang ada di Kota Bogor dan Kota Depok,” kata Kepala KCD Pendidikan Wilayah II Jabar, I Made Supriatna kepada wartawan, Minggu (30/1).

“Mulai berlaku terhitung sejak 31 Januari hingga 4 Februari 2022. Sekolah dilaksanakan secara online,” sambung I Made Supriatna.

Menurutnya, adapun keputusan pemberhentian sementara PTM di sekolah setingkat SMA se-Kota Bogor dilakukan, karena banyak satuan pendidik dan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga  Tewas Disandera KKB Papua, Briptu Heidar Dimakamkan di Makasar

Untuk itu, mulai Senin (31/1), aktivitas belajar mengajar akan diganti dengan pembelajaran secara online.

“Untuk sementara saja, karena kami khawatir dengan rekan-rekan di satuan pendidikan banyak yang terpapar. Termasuk siswa,” ujarnya.

Tak hanya sekolah tingkat SMA, sebanyak sembilan sekolah tingkat SD hingga SMP di Kota Bogor terpaksa menghentikan sementara aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolahnya.

Keputusan ini diambil setelah puluhan siswa dan guru terkonfirmasi positif virus Covid-19.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, total ada 36 siswa dan guru dari lima sekolah setingkat SMA, tiga sekolah setingkat SMP dan satu sekolah setingkat SD yang dilaporkan terpapar Covid-19. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.