RSUD kota bogor kenalkan aplikasi SIMRS, Mudahkan layanan pasien via digital

by -

MENINGKATKAN pelayanan berbasis digital, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menggelar launching dan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Selasa (15/2).

Dengan tagline ‘Transformasi Digital Menuju RSUD Kota Bogor Hightech’, SIMRS dihadirkan untuk memudahkan pasien dalam mendapatkan layanan di RSUD Kota Bogor secara digital, sekaligus mengurangi kepadatan antrean saat pelayanan.

Aplikasi E-SIMRS milik RSUD Kota Bogor bisa diunduh warga Bogor melalui playstore. Selain itu, pasien juga bisa memanfaatkan Anjungan Antrean Mandiri untuk pendaftaran rawat jalan, baik pasien umum maupun peserta BPJS, termasuk reservasi umum.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir, mengatakan, SIMRS ini sudah dilakukan uji coba sejak akhir Januari kepada ratusan pasien dan mulai dilaksanakan awal Februrari. Ia mengaku dampak positifnya terasa mulai hari ketiga setelah dilakukan saat antrean layanan mulai berkurang.

Baca Juga  Bank BJB Selenggarakan RUPST Tahun Buku 2021, BJBR Tebar Dividen Rp1,042 Triliun

“SIMRS tahap awal ini kami fokuskan pada hal yang berhubungan dengan pelayanan pasien dulu. Mulai dari berbagai pendaftaran, rawat jalan, rawat inap hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD). Lalu, ke depan kita akan lanjutkan dengan bagian lain, seperti keuangan, aset dan lainnya. Jadi, semua terkoneksi dalam satu sistem,” katanya kepada Metropolitan di RSUD Kota Bogor, Selasa (15/2).

Ia berharap digitalisasi ini bisa mencakup semua sektor di RSUD Kota Bogor. Sehingga tak hanya memudahkan pelayanan, tapi juga memenuhi keterbukaan informasi kepada publik terkait RSUD Kota Bogor. Apalagi, banyak rumah sakit (RS) di Jawa Barat sudah lebih dulu menggunakan sistem digitalisasi seperti ini. “Memang tidak mudah mengubah budaya dari manual ke digital. Tapi kita akan upayakan terus,” ujarnya.

Baca Juga  Bima Sidak Pemborong

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menitipkan pesan bagi RSUD Kota Bogor, termasuk direksi. Ia mengatakan, membangun sistem harus totalitas dan tidak bisa setengah-setengah. Ketika ada aplikasi baru tak hanya berpikir untuk mengurangi antrean, tapi juga membangun transparansi di ‘ujung’-nya. Tak hanya pelayanan, tapi juga semua kegiatan hingga pengadaan.

“Selain itu, kita juga bisa monitor dokter mana saja yang aktif dan lainnya. Semua harus jadi atensi. Termasuk kaum berumur yang cenderung belum gadget friendly. Itu juga harus dipikirkan, tetap semua harus dibantu,” terangnya.

Di era digitalisasi, sambung dia, inovasi ini agar harapan pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat bisa diwujudkan di Kota Bogor. “Memang masih ada catatan, tapi setidaknya dengan inovasi ini saya apresiasi sebesar-besarnya kepada RSUD Kota Bogor,” tuturnya.

Baca Juga  Mendag: Presidensi G20 Indonesia Bantu Dukung Pemulihan Ekonomi Dunia

Lalu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, dr Raden Vini Adiani Dewi, mengapresasi inovasi dari RSUD Kota Bogor di bidang digitalisasi layanan.

Menurutnya, hal itu sangat diperlukan lantaran layanan kesehatan sangat diharapkan cepat dan tepat, sehingga peningkatan tersebut bisa diwujudkan.

“Otomatis semua data terintegrasi dengan berbagai aplikasi. Ini tuntutan di era digitalisasi. Kami dari Pemprov Jabar sangat mendukung. Kami terima kasih juga dan menyambut baik semua inovasi dari pak direktur dan lainnya. Kerja cepat, tepat dan jadi lebih baik,” tuntasnya. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.