Sebulan Berjalan, Angka Vaksinasi Booster di Kota Bogor Baru 11 Persen

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat ada sebanyak 95.347 warga Kota Bogor yang telah mendapatkan dosis vaksinasi ketiga atau booster hingga saat ini.

Jumlah tersebut terhitung berdasarkan akumulasi kegiatan vaksinasi booster yang sudah dilakukan sejak 13 Januari lalu.

“Hingga Jumat (18/2), total ada 95.347 orang atau 11,64 persen sudah di vaksin booster. Mulai dari nakes, lansia, tenaga publik hingga masyarakat umum lainnya,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Diakui Retno, capai vaksinasi booster di angka 11 persen memang terhitung masih rendah, jika melihat dari target keseluruhan sasaran penerima vaksin sebanyak 819.444 orang.

Namun, itu pun dikarenakan banyak sasaran yang belum memenuhi syarat vaksinasi booster (jarak sebelum enam bulan dari dosis kedua).

Baca Juga  25 Anggota Polresta Bogor Kota Diganjar Penghargaan Sebagai Personel Teladan

“Dari data sampai hari ini yang eligible atau sudah memenuhi syarat vaksin booster sekitar 190.000 orang. Sudah di vaksin booster sekitar 95.000 orang. Masih ada sekitar 95.000 sasaran yang belum di booster, sasaran inilah saat ini yang terus kita kejar untuk di booster,” ucapnya.

Untuk mengejar target capaian vaksin itu, dijelaskan Retno, pihaknya telah melakukan beberapa cara. Diantaranya, dengan membuka sentra vaksin dan pendaftarannya cukup dilakukan secara online.

Lalu, mendekatkan akses vaksin di Puskesmas dan di wilayah dengan membuka sentra di tingkat Kelurahan atau RW dengan penggerakan sasaran dilakukan Camat, Lurah hingga RT dan RW.

Terakhir, melakukan koordinasi dan melibatkan unsur TNI/Polri dalam pelaksanaan vaksinasi booster.

Baca Juga  Hiks.. Proyek Revitalisasi Masjid Agung Kota Bogor Molor, Sekda Pastikan Kontraktor Didenda Rp1,5 M

Dalam kesempatan ini, Retno juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi booster untuk segera di vaksin.

Sebab, dengan mendapatkan vaksin booster, imunitas seseorang akan meningkat dan penerima vaksin dapat terlindungi dari infeksi virus Covid-19.

“Apabila terpaparpun kita tidak jatuh ke stadium berat sehingga bisa mengurangi resiko yang lebih fatal/kematian. Jadi hanya gejala ringan saja,” tandasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.