Tim Bogor Gercep Berikan Pendampingi kepada Korban Pelatih Futsal Cabul

by -
Tim Bogor Grecep melakukan pendampingan kepada korban pelecehan seksual dari pelatih futsal cabul di Bogor.

METROPOLITAN.id – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan MN alias GJ (30) akhir-akhir ini memang menyita perhatian publik. Ya seperti Tim Bogor Gerak Cepat (Gercep) yang mengaku prihatin atas kejadian pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di bawah umur tersebut.

Perwakilan Tim Bogor Gercep, Nadia Hasna Humaira mengatakan jika pihaknya akan membantu memberikan pendampingan hukum kepada para korban.

“Kami dari Tim Bogor Gerecep berkomitmen mendampingi secara penuh sampai kasus ini selesai. Dan bagi semua yg mengalami kasus pelecehan, boleh dilaporkan bisa diinformasikan kepada kami,” kata Nadia, Selasa (8/2).

Menurutnya, kasus pelecehan seksual adalah tindakan yang sangat bejat. Apalagi, ini dilakukan oleh seorang pelatih futsal kepada anak didiknya yang tak lain adalah seorang laki-laki (sesama jenis). Sehingga kasus tersebut menjadi perhatian penuh Tim Bogor Gerecep.

“Tentunya ini menjadi perhatian kami sebagai kepanjangan tangan dari Pemkab Bogor yang juga memiliki fungsi sosial. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Nadia.

Baca Juga  Gegara Corona, CFD Kota Bogor Dihentikan

Diketahui, saat ini pelaku pelecehan seksual berinisial MN alias GJ tersebut sudah ditangkap pihak kepolisian. Namun dalam kasus ini, polisi menjerat pelaku dengan pasal Undang-undang ITE dengan barang bukti handphone dan chat mesum pelaku dan pada korban.

Kuasa Hukum Tim Bogor Gercep, Deni Firmansyah menegaskan jika pihaknya akan mendorong pihak kepolisian untuk menjerat pelaku dengan pasal pelecehan seksual.

Deni, mengaku jika pihaknya telah memiliki sejumlah bukti bahwa pelaku GJ telah melakukan pelecehan seksual secara fisik, tidak hanya sebatas chat mesum.

“Bahkan ada beberapa korbannya yang mengalami trauma. Tentunya kami akan mendorong kasus ini ke kasus pelecehan seksual bukan hanya dijerat pasal ITE,” ujarnya.

Baca Juga  Sembuh Dari Covid, Bupati Bogor Siap Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kerumunan Megamendung

Pasca penangkapan GJ, diketahui ada 15 anak yang menjadi korban pelecehan seksual. Tim Bogor Gercep pun mengklaim jika sudah melakukan pendekatan kepada beberapa korban yang juga tidak menutup kemungkinan lebih daripada jumlah yang ada tersebut.

“Sampai saat ini, kami masih berkomunikasi melakukan pendekatan kepada para korban. Kami juga harus mengerti kondisi para korban, dan melindungi mereka,” jelas Deni.

Sementara, pemilik akun @ganenxx.theja selaku orang yang pertama kali membeberkan tindakan pelecehan seksual GJ juga dihadirkan dalam konferensi pers tersebut.

Pria yang akrab disapa Ganen itu mengaku jika alasan mempublikasikan tindak kejahatan seksual GJ karena prihatin, para korban tidak ada yang berani untuk melaporkan kejadian ini.

“Beberapa korbannya itu adalah teman dekat saya. Saya sudah coba dorong ini sama mereka untuk buat laporan, tapi tidak dilakukan karena takut,” kata Ganen.

Baca Juga  Jawaban Admin Twitter Commuter Line Soal Aduan Pelecehan Seksual Tak Pantas, KAI Minta Maaf

Ganen sendiri mengaku sudah mengetahui aksi pelecehan seksual oleh GJ itu sejak bulan September tahun lalu. Namun saat itu, dia juga belum berani melaporkan tindakan pelaku.

“Namun beberapa waktu kemudian, saya dapat informasi lagi bahwa pelaku kembali melakukan aksinya. Saya sangat prihatin, kenapa pelaku masih berkeliaran dan masih melakukan hal-hal yang merusak anak-anak. Sehingga saya memberanikan diri memposting tindak kejahatan yang dilakukan pelaku ke media sosial instagram,” bebernya.

Dari postingan tersebut, Ganen juga jika banyak orang yang mengatasnamakan korban mengirimkan pesan lewat instagramnya tersebut. Ada sekitar 64 orang yang memiliki masalah dengan pelaku GJ.

“64 orang itu adalah korban secara keseluruhan. Ada yang karena pelecehan seksual, ada juga yang masalah pembuatan jersey (kaos futsal) dengan pelaku,” kata Ganen. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *