Bima Arya Buka Suara Soal PT Lorena ‘Cabut’ dari Biskita Transpakuan

by -
ILUSTRASI Biskita Transpakuan. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor Bima Arya buka suara terkait hengkangnya PT Lorena dari pengelolaan bersama Biskita Transpakuan melaui program Buy The Service (BTS) besutan Badan Pengelola Jasa Transportasi (BPTJ).

Baginya, keluarnya PT Lorena dari pengelolaan bersama Biskita Transpakuan merupakan sesuatu yang biasa dalam dunia bisnis. Apalagi, hal itu tidak menjadi masalah dalam aturan program BTS.

“Bukan keluar. Jadi jangan salah paham, Biskita Transpakuan ini kan ada beberapa tahapan, nanti akan dibuka lagi untuk pengadaan koridor selanjutnya. Untuk tahap kedua ini saya dengar Lorena mungkin tidak akan ikut serta lagi, bukan mundur. Kan sudah ada (bus) yang berjalan (waktu pengelolaan bersama yang lalu,” katanya saat ditemui Metropolitan.id usai rapat paripurna di DPRD Kota Bogor, Kamis (10/3).

Meskipun sudah mendengar kemungkinan besar PT Lorena tidak akan bergabung lagi, hal itu dianggap biasa dalam bisnis. Menurutnya, PT Lorena akan tetap melakukan pendampingan dalam konteks konsultan.

Baca Juga  Belum Setahun, Sudah 267 Kasus HIV Positif Baru Muncul di Kota Bogor

“Jadi bukan keluar, tetap akan pendampingan dalam konteks konsultan. Jadi untuk tahap kedua nanti tidak akan ikut sert lagi, bukan mundur,” tukasnya.

Ia juga menegaskan kembali terkait program BTS yang dilakukan melalui konsorsium. Sehingga siapa saja yang akan bekerja sama pada tahap selanjutnya, tergantung nanti seperti apa.

“Ini kan tergantung yang mengajukan siapa. Perlu dipahami bahwa BTS ini adalah konsorsium. Jadi tergantung nanti akan bekerja sama dengan siapa lagi di tahap berikutnya,” jelas Bima Arya.

saya dengar kemungkinan lorena tidak akan bergabung lagi, ini seperti dalam bisnis kan biasa, tapi tetap akan melakukan pendampingan, jadi bukan keluar, tetap akan pendampingan dalam konteksi konsultan, itu akan selalu gitu, tapi untuk yang kedua ini saya dengar lorena mungkina tidak akan ikut serta lagi, bukan mundur.
karne ada kan sudah ada berjalan,

Baca Juga  90 Ribu Polisi Prancis Amankan Piala Eropa 2016

Sebelumnya, PT Lorena, yang tergabung dalam konsorsium Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) rupanya memilih keluar dari kebersamaan mengelola Biskita Transpakuan bersama PDJT dan Kodjari.

“Betul, rencana dalam waktu dekat,” kata Managing Director PT Lorena, Rianta Soerbakti saat dihubungi Metropolitan.id, Jumat (4/3) pagi.

Ia menambahkan, rencana keluar dari pengelolaan Biskita Transpakuan hanya tinggal menunggu persoalan administrasi.

“Dalam waktu dekat. Tinggal menunggu administrasi saja,” imbuhnya.

Pihaknya memutuskan untuk keluar dari pengelolaan Biskita Transpakuan yang ngaspal pertama kali November 2021 lalu itu lantaran merasa sudah tidak sejalan dengan pihak-pihak yang ada di dalam manajemen operasional.

Rianta juga tidak menampik hal tersebut terjadi seiring berjalannya waktu. Menurutnya, ada hal-hal yang berubah sejak kesepakatan awal. Sehingga pihaknya memutuskan untuk tidak lagi jalan bareng dalam konsorsium.

Baca Juga  Laporan : Kualitas Udara di Kapal Pesiar Sangat Buruk

Salah satu alasannya, ia menyebut ada perbedaan gaya dalam manajemen sebagai operator.

“Beda style dalam manajemen sebagai operator saja. Dengan pengalaman Lorena yang lebih dari 50 tahun, ditambah status kami sebagai perusahaan Tbk. Ya sekarang ada perubahan lah sejak pertama kali waktu itu memutuskan untuk jalan bareng,” jelas Rianta.

Meskipun memutuskan tidak lagi kerja bareng, kata dia, tidak ada kompensasi yang diterima ataupun sanksi yang diterima oleh pihaknya.

“Nggak ada,” katanya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *