Crazy Rich Doni Salmanan Ditahan, Ini Alasan Polisi

by -
Ilustrasi penahanan. (Foto: iStockphoto/AZemdega)

METROPOLITAN.id – Polisi melakukan penahanan kepada Crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option di platform Quotex.

Dikutip dari JawaPos.com, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan alasan penahanan tersebut.

Menurutnya, ada dua alasan, yakni dari sisi subjektif dan objektif.

Dari sisi subjektif, yang bersangkutan dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti.

Sementara alasan objektifnya, Doni Salmanan dikenakan oleh Bareskrim Polri dengan acaman hukuman di atas lima tahun penjara. Sehingga, polisi akhirnya memutuskan untuk melakukan penahanan.

“Kemudian alasan objektif karena ancaman hukuman di atas lima tahun. Di mana ancaman TPPU di atas 20 tahun,” katanya, Rabu (9/3) seperti dilansir JawaPos.com.

Baca Juga  Pidato Jokowi di TV Bukan Kampanye, KPU Tak Pakai Logika pernyataan BPN Prabowo

Ramadhan mengungkapkan, dalam melakukan pemeriksaan ke Doni Salmanan, setidaknya Penyidik Bareskrim Polri memberikan 90 pertanyaan.

“Jadi ada 90 pertanyaan yang diberikan kepada DS saat diperiksa sebagai saksi,” ungkapnya.

Diketahui, Doni Salmanan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Ia diduga melakukan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option di platform Quotex.

Laporan dugaan penipuan investasi bodong terhadap Doni Salmanan dibuat oleh pelapor inisial RA dan terdaftar dalam LP:B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 3 Februari 2022.

Doni Salmanan dilaporkan terkait tindakan judi online dan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik atau penipuan perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang.

Pihak kepolisian menyebut crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Baca Juga  Akhirnya Pelaku Bom Panci di Bandung Berhasil Dilumpuhkan Polisi

Doni Salmanan disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan pasal 10 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (JawaPos.com/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *