Hampir Sepekan Kota Bogor PPKM Level 2, Senin Besok PTM Terbatas? Kadisdik : Belum, Masih Persiapan

by -
Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, Kota Bogor disebut bakal kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Pada Surat Edaran (SE) per 8 Maret lalu, Wali Kota Bogor Bima Arya membolehkan pelaksanan PTM terbatas pada semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, pesantren dan sederajat serta lembaga pendidikan lainnya.

Namun hingga batas akhir berlakunya surat edaran pada Senin (14/3) nanti, PTM terbatas diperkirakan belum akan dilaksanakan di Kota Bogor.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi. Menurutnya, PTM terbatas belum akan dilaksanakan pada Senin (14/3) mendatang.

Alasannya, berbagai persiapan masih harus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sekolah-sekolah.

“Belum (PTM terbatas Senin nanti), masih persiapan,” katanya saat dihubungi Metropolitan.id, Sabtu (12/3).

Ia menjelaskan, belum dilakukannya PTM terbatas tidak bisa begitu saja dilakukan dan mesti ada persiapan terlebih dahulu dari berbagai pihak.

Meskipun, kata Hanafi, persiapan PTM terbatas kali ini tidak seperti persiapan PTM terbatas pertama kali dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Kota Bogor Jadi Kota Termacet Kelima Se-Indonesia, Ketua DPRD Singgung Banyaknya Infrastruktur Transportasi yang Belum Tuntas

“Tetap harus (ada) persiapan dulu,” ujar Hanafi.

Saat ini, sambung dia, sekolah sudah punya persiapan lebih baik ketimbang sebelumnya. Meskipun diakuinya masih harus ada perbaikan terkait sistem maupun sarana prasarana protokol kesehatan (prokes).

“Sekarang mah sekolah sudah lebih siap. Paling kalau ada sarpras prokes yang rusak, diperbaiki dulu. Nah itu yang jadi bagian dari persiapan kita buat PTM yang sekarang. Jadi beda dengan persiapan jelang PTM dulu, sekarang kita memang lebih siap. Hanya harus ada beberapa perbaikan,” imbuh mantan kepada Bappeda Kota Bogor itu.

Sementara itu, Kepala SMP Taruna Andigha Aldilah Rahman menuturkan bahwa sejak penyetopan PTM beberapa waktu lalu, pihaknya menerpakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Jumat (11/3) lalu.

Di mana baru saja selesai melaksanakan ujian PTS, yang dilaksanakan secara daring.

“Info resmi dari Disdik untuk PTM lagi itu belum. Tapi kalau Se dan SK Ketua Satgas Covid-19 sampai 14 Maret itu sudah, di situ disebut sekolah boleh PTM atau PJJ,” jelasnya kepada Metropolitan.id, Sabtu (12/3) siang.

Baca Juga  Giliran 2.598 Siswa Kota Bogor Dapat Suntik Vaksin

“Kita sih masih PJJ, dari awal sampai Jumat kemarin kegiatan PTS tetap kita ujiannya secara online,” imbuh Aldi, sapaan karibnya.

Terkait rencana pelaksaan PTM terbatas, pihaknya masih akan menunggu keputusan resmi dari Disdik Kota Bogor. Meskipun dalam SK Ketua Satgas Covid Kota Bogor sudah dibolehkan PTM terbatas atau PJJ.

“Pokoknya kita nunggu resmi dulu dari Disdik. Ya kalau sudah ada, Insya Allah kita (SMP Taruna Andigha, red) mau PTM Terbatas kembali,” tegasnya.

Sebelumnya, Kota Bogor disebut bakal kembali membuka sekolah alias menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat.

Setelah Wali Kota Bogor menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 440/1284-Huk.HAM
Per 8 Maret 2022, di status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor turun dari level 3 ke level 2.

Dalam aturan tersebut, PTM terbatas boleh dilakukan untuk semua satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dan sederajat dan lembaga pendidikan lainnya.

Baca Juga  Hadiri Amor Award, Bima Arya Dukung Bangkitnya Ekonomi Kreatif di Kota Bogor

Edaran tersebut diturunkan melalui Surat Keputusan Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Nomor : 06/STPC/03/2022 tentang Kebijakan Pembelajaran pada masa PPKM, yang berlaku sejak 8 Maret lalu hingga Senin (14/3).

“Pelaksanaan pembelajaran semua satuan pendidikan di Kota Bogor dapat dilakukan melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem PTM Terbatas dengan protokol kesehatan ketat,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam surat keputusan yang diterima Metropolitan.id, Jumat (11/3).

Ia menambahkan, dalam aturan tersebut, semua kegiatan yang melibatkan pelajar atau siswa setelah disetujui Satgas Covid-19, tidak melebihi kapasitas 25 persen dari ruangan kelas.

“Tidak melebihi kapasitas 25 persen ruangan,” imbuhnya.

Selain itu, Satuan Pendidikan yang melaksanakan kegiatan perkantoran pada sektor non esensial, diberlakukan 50 persen Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin.

“Edaran berlaku 8 Maret sampai 14 Maret 2021,” tukasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.