Hari ke-12 Ops Lodaya di Kota Bogor, Kapolresta: Masih Banyak Pengendara Tak Disiplin Saat Jam Padat

by -

METROPOLITAN.id – Pelaksanaan Ops Keselamatan Lodaya 2022 di Kota Bogor saat ini telah memasuki hari ke-12. Sejumlah pelanggaran masih mewarnai dalam kegiatan yang direncanakan akan berlangsung selama 14 hari itu.

Mayoritas, para pengendara di Kota Bogor diketahui melakukan pelanggaran saat jam-jam padat. Hal itu pun diakui Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

“Beberapa rambu lalulintas di jam-jam padat memang terlihat tidak disiplin. Kita juga tidak henti dan terus menerus mengingatkan agar pengendara mematuhi ketertiban bersama semua pengguna jalan,” kata Kapolresta, Sabtu (12/3).

Pun begitu dengan kesadaran pengendara sepeda motor dalam hal penggunaan helm terhitung masih rendah. Di mana, masih banyak penumpang, khususnya anak dibawah umur yang tidak menggunakan helm saat berpergian.

“Intensitas penggunaan helm masih rendah untuk pengguna roda dua apabila boncengan, termasuk sabuk pengaman (bagi anak-anak yang dibonceng),” ucap Kapolresta.

Baca Juga  Pemetik Teh PTPN VIII Minta Kesejahteraan !

“Belum lagi jenis baju suka menyangkut di jeruji besi roda kendaraan. Tentu ini menjadi perhatian kita untuk terus di edukasi bagaimana berkendara yang benar, khususnya saat membonceng anak di tengah atau depan,” sambungnya.

Meski demikian, ditambahkan Kapolresta, jika melihat secara keseluruhan dalam pelaksanaan Ops Keselamatan Lodaya 2022 yang telah berlangsung selama 12 hari. Tingkat kepatuhan masyarakat Kota Bogor relatif lebih baik.

“(Secara keseluruhan) Selama operasi ini tingkat kepatuhan masyarakat kota bogor relatif baik,” tandas Kapolresta.

Sebelumnya, Polresta Bogor Kota melakukan sosialisasi penggunaan seat belt di halaman Mako-nya di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu (12/3).

Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah korban jiwa saat terjadinya kecelalaan lalulintas.

Dalam kegiatan ini, jajaran Polresta Bogor Kota turut menghadirkan dua orang yang didandani sebagai korban kecelakaan lalulintas. Bukan untuk menakut-nakuti, namun mereka dipamerkan sebagai upaya memperkuat sosialisasi Ops Keselamatan Lodaya 2022 yang sudah digelar selama dua pekan di Kota Bogor.

Baca Juga  Negaranya Perang, 10 Warga Somalia Tertangkap di Lampung

Mereka yang turut menjadi korban kecelakaan lalulintas itu, sekaligus mensosialisasikan betapa pentingnya penggunaan seat belt dalam berkendara dijalan raya.

Kapolresta Bogor Kota, Susatyo Purnomo Condro mengatakan, fungsi seat belt dalam berkendara bertujuan untuk menekan angka fatalitas kecelakaan yang terjadi.

“Sosialisasi seat belt ini sangatlah penting. Harus digunakan sebagai upaya untuk menekan angka fatalitas kecelakaan dalam berkendara. Sekaligus juga sebagai pengingat,” kata Susatyo.

Sehingga, menurut Susatyo, sosialisasi ini harus terus digencarkan dalam Operasi Lodaya 2022 yang sejatinya digelar sampai tanggal 14 Maret 2022.

“Kita terus lakukan pendekatan persuasif sehingga yang sudah kita tegaskan tidak ada penilangan dalam operasi kali ini,” ucapnya.

Baca Juga  Dituntut 5 Bulan Penjara, Habib Bahar Bersyukur

Meski begitu, Susatyo mengingatkan, bahwa seat belt yang harus digunakan tersebut, tidak hanya berlaku bagi pengendara roda empat. Pengendara roda dua pun, sangatlah penting menggunakan seat belt terlebih ketika mengajak anaknya saat berkendara.

Apalagi, dalam pelaksanaan Ops Keselamatan Lodaya 2022 ini, Satlantas Polresta Bogor Kota sudah mensosialisasikan sekaligus membagikan seat belt bagi para pengendara roda dua.

“Seat belt sangat penting bagi semua jenis kendaraan. Sehingga kita memakainya dalam berkendara menggunakan roda dua, anak yang kita bawa dalam berkendara bisa terjaga dan tidak terpental ketika ada suatu hal yang tidak diinginkan. Pun, kendaraan roda empat menahan badan supaya tidak terlempar ke bagian depan,” tandasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.