Islam Tidak Membatasi Kepemimpinan Perempuan

by -
Ilustrasi perempuan berhijab. (pixabay)

METROPOLITAN.id – Ketua Komisi Perempuan MUI Pusat, Siti Ma’rifah mengatakan bahwa stigma yang menyebut Islam membatasi kepemimpinan perempuan harus diluruskan. Menurutnya, Islam tidak membatasi kepemimpinan perempuan.

Dia mencontohkan kehidupan Siti Khadijah dan Siti Aisyah sebagai contoh kepemimpinan perempuan dalam Islam.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPRK MUI di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (26/3).

“Sangat penting untuk meluruskan stigma yang mengatakan agama, khususnya Islam, tidak memberikan ruang pada kepemimpinan perempuan. Sementara contoh kepemimpinan perempuan sudah muncul sejak lama, seperti yang kita jadikan uswatun hasanah yaitu Siti Khodijah dan Siti Aiyah, ” ujarnya dari keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (26/3).

Baca Juga  Kubu Prabowo-Sandi Tuntut Banser Ngaku Salah dan Minta Maaf Nasional

Siti menegaskan, kedudukan perempuan dalam Islam bukan subordinat bagi laki-laki. Kedudukan perempuan sebenarnya adalah mitra yang sejajar dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dia mengacu pada sebuah hadist Nabi Muhammad SAW tentang kepempinan.

“Seperti sebuah hadist, pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, ” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Rakornas KPRK siang ini dirangkai dengan dua kegiatan lain, yaitu peluncuran buku berjudul Kepemimpinan dalam Islam ditinjau dari berbagai perspektif dan Seminar Pengarusutamaan Kepemimpinan Perempuan untuk Kemaslahatan Umat dan Bangsa.

“Kegiatan Rakornas ini bertujuan membangun kesadaran perempuan akan pentingnya perempuan pada posisi pengambilan keputusan dan untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa, ” katanya.

Baca Juga  Wah.. Citayam Fashion Week jadi Ajang LGBT, MUI Minta Pemerintah Ambil Tindakan Tegas

Hasil rakornas ini diakuinya untuk menguatkan sisi organisasi KPRK MUI seluruh Indonesia. Sehingga, KPRK di berbagai daerah bisa berkontribusi nyata dan mengambil peran strategis terhadap penyelesaian sejumlah isu terkait perempuan, remaja, anak, dan keluarga.

“Semoga acara ini dapat melahirkan rekomendasi yang berguna untuk kemaslahatan umat dan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, remaja, dan keluarga,” tandasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.