Komisi III Desak GOM dan SMPN 4 Gunungputri segera Digunakan

by -

METROPOLITAN – Ram­pungnya bangunan Gelang­gang Olahraga Mini (GOM) dan SMPN 4 Gunungputri diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda aktivitas di kedua gedung yang sudah lama diidamkan warga terse­but.

Menyoroti hal tersebut, ang­gota DPRD Komisi III Kabu­paten Bogor, Achmad Fatho­ni, mengatakan, saat ini pembangunan gedung sudah selesai dan masuk masa pe­meliharaan. Alangkah baiknya GOM dan SMPN 4 Gunung­putri segera digunakan agar dapat diketahui apa yang kurang serta untuk memas­tikan apakah semua berfung­si dengan baik. ”Jika ada yang bocor, kamar mandi tidak berfungsi atau soal kelistrikan bisa segera ditanggulangi pemborongnya, karena masih masa pemeliharaan dan di bawah tanggung jawab me­reka,” tutur aleg dari PKS itu.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kota Bogor ‘Pelototi’ Pembangunan Infrastruktur Strategis

Jika ada kerusakan setelah masa pemeliharaan, sambung dia, tak bisa lagi menuntut pihak ketiga. Jadi, segera guna­kan gedung yang memang sudah dibangun tersebut. Untuk GOM, Dispora seha­rusnya bekerja sama dengan Kecamatan Gunungputri dan OKP agar bisa digunakan. Selain menguji kualitas ge­dung, juga supaya ada masu­kan terkait fungsi GOM ter­sebut. ”Begitupun untuk SMPN 4 Gunungputri. Selama ini kan mereka numpang di SD. Ke­napa nggak diizinkan untuk menggunakan gedung baru supaya anak-anak lebih nya­man,” papar Fathoni kepada Metropolitan, kemarin.

Tak hanya itu, Fathoni juga meminta mematenkan jalan menuju GOM dan SMPN 4 Gunungputri tersebut. Jalan yang ada saat ini hanya jalan sementara dan harus segera diselesaikan. Dinas harus gercep menangani persoalan tersebut. Jangan sampai ge­dung sudah digunakan jalan belum selesai.

Baca Juga  Komisi C Mencak-mencak Lihat Jalan Merdeka

”Ini tugas dinas untuk mem­perjelas ke pemberi fasum, jalan mana yang paten menu­ju lokasi tersebut. Sebab, sampai saat ini belum ada solusi untuk jalan menuju GOM dan SMPN 4 Gunung­putri. Ini kan bangunan yang sudah lama diajukan dan sudah lama dirindukan, ma­sa setelah terbangun harus ada kendala yang seharusnya tidak menjadi kendala,” pung­kasnya. (jis/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.