Komunitas Peduli Buta Huruf Alquran Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Capres 2024

by -

METROPOLITAN.id – Dukungan untuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 terus mengalir. Kali ini, giliran Komunitas Peduli Buta Huruf Alqur’an yang mendekalarasikan dukungannya agar Ridwan Kamil maju sebagai calon presiden (capres).

Deklarasi digelar di kawasan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (26/3) malam.

Koordinator acara, Muhammad Hidayat mengatakan,  Komunitas Peduli Buta Huruf Alquran menginginkan sosok pemimpin nasional yang punya perhatian terhadap pengentasan ketidakmampuan individu muslim dalam membaca Alquran.

“Tentu saja, dalam berjuang mengentaskan buta huruf Alquran, kami perlu sinergi bersama pemerintah. Kami melihat Kang Emil (panggilan Ridwan Kamil) sosok pemimpin nasional yang punya perhatian terhadap Alquran,” katanya.

Baca Juga  Berangkat Dari Keprihatinan

Hidayat menilai selama ini sosok Ridwan Kamil di Jawa Barat sejak menjadi wali kota Bandung dan bubernur Jawa Barat, tampak mau peduli terhadap persoalan buta huruf Alquran.

“Ini bentuk dukungan politik bagi Kang Emil. Kami melihat beliau punya atensi yang baik terhadap bidang keagamaan di Jawa Barat. Memperhatikan pesantren dan menerbitkan program satu desa satu hafizh (penghafal Alquran),” ungkapnya.

Untuk itu, Hidayat berharap jika Allah kehendaki Kang Emil bisa tampil di Pilpres 2024 dan melenggang menjadi pemimpin nasional, perjuangan mengentaskan buta huruf Alquran di tengah kaum muslimin bisa semakin mudah.

Sosok Kang Emil juga sejauh dapat diterima semua kalangan, karena berasal dari latar profesional. Menurutnya, sudah cukup polarisasi di akar rumput masyarakat akibat dua helatan Pilpres sebelumnya.

Baca Juga  Jokowi Sindir Prabowo dengan Hoaks Ratna Sarumpaet

“Kita butuh pemimpin yang menyatukan masyarakat. Jangan ada lagi istilah cebong-kampret. Insyaalah Kang Emil bisa diterima semua kelompok masyarakat,” yakinnya.

Giat Komunitas Peduli Buta Huruf Alquran sementara ini berpusat di Jawa Barat. Keanggotaannya terdiri dari para ulama, guru ngaji, tokoh masyarakat dan relawan.

Secara khusus, komunitas yang diinisiasi sejak 2020 ini telah melaksanakan sensus terbatas di salah satu wilayah di Kabupaten Sumedang. Mengetes langsung kemampuan mengenal huruf hijaiyah dan membaca Alquran tiap keluarga.

“Secara nasional data yang kami miliki, ada 65 persen penduduk Indonesia buta huruf Alquran. Perlu sinergitas antara komponen masyarakat dan pemerintah dalam mengatasinya. Semoga harapan pada Kang Emil ini diridai Allah subhanahu wa ta’ala,” tandasnya. (*/fin)

Baca Juga  Angka Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Pemkab Bogor Tetap Laksanakan PPKM Level 4

Leave a Reply

Your email address will not be published.