Lewat Zakat, Baznas Diminta Aktif Bantu Pemerintah Kurangi Angka Kemiskinan

by -

METROPOLITAN.id – Baznas Kabupaten Bogor diminya berperan aktif membantu program pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan. Hal tersebut sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) se-Kabupaten Bogor tahun 2022 di Bigland Sentul Hotel, Babakan Madang, Senin (28/3).

Pria yang karib disapa Burhan ini menjelaskan, ajakan berzakat bukan semata-mata kewajiban antar umat. Lebih dari itu, menjadi manifestasi relasi sosial umat sebagai wujud ketakwaan dalam mewujudkan keadilan sosial.

Untuk itu, pengelolaan zakat yang akuntabel dan transparan akan meningkatkan minat masyarakat untuk menjadikan Baznas sebagai pilihan utama dalam menyalurkan zakat.

“Rakor ini menjadi penting untuk menguatkan konsolidasi dan kinerja para pengumpul zakat, baik pada perangkat daerah, kecamatan sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Saya harap kegiatan ini dapat memaksimalkan dan meningkatkan efektifitas pengelolaan zakat, baik dalam penghimpunan dan pendistribusian maupun pendayagunaan zakat di Kabupaten Bogor,” ujar Burhan.

Baca Juga  Janda Akan Dinafkahi Oleh Jokowi

Dengan demikian, pemanfaatan zakat bisa lebih ditingkatkan demi newujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi serta menanggulangi kemiskinan.

Burhan juga meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai yang beragama Islam di lingkup Pemkab Bogor di semua tingkatan, termasuk perangkat desa, untuk membayarkan zakatnya melalui Baznas.

“Zakat, infaq dan shodaqoh tidak akan mengurangi harta justru menambah keberkahan, menambah dan mengembangkan rezeki. Bupati Bogor sudah meluncurkan Perbup nomor 49 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Zakat untuk dioptimalisasi. Tingkatkan sosialisasi melalui imbauan, pasang banner di beberapa titik terlebih menjelang Ramadhan untuk menjaga kesucian Ramadhan,” pesannya.

Burhan mengatakan, zakat adalah pengelolaan dana umat untuk kesejahteraan umat. Zakat bisa dialokasikan untuk beberapa program seperti membangun rumah singgah, bantuan kematian untuk kaum dhuafa, tokoh masyarakat, petugas zakat, hingga pensiunan. Zakat juga bisa dialokasikan untuk bantuan paket sembako bagi pondok-pondok pesantren.

Baca Juga  Baznas Tanam 1.500 Bibit Pohon di Cibungbulang

“Ini adalah salah satu wujud pembangunan atau biaya untuk membangun, khususnya dalam bidang kesalehan dan keagamaan. Saya minta kepada pemerintah kecamatan agar bisa mengelola zakat dengan maksimal, karena zakat ini merupakan salah satu sumber pembiayaan yang bisa untuk membina dan mensejahterakan masyarakat. Saya minta pengelolaan zakatnya harus melalui Baznas supaya disalurkannya jelas. Kami harap Baznas betul-betul bisa menyentuh yang paling bawah,” tandas Burhan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH Lesmana mengatakan, rakor ini dilakukan untuk mengoptimalisasi pengumpulan dan pemanfaatan zakat, infaq dan sedekah di wilayah Kabupaten Bogor dan semangat kebersamaan dalam meningkatkan zakat.

Semangat kebersamaan antara Baznas dengan Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan senantiasa terjalin melalui kegiatan ini.

“Dengan komunikasi yang baik, infaq, zakat dan sedekah dalam rangka mendukung Pemkab Bogor kini semakin jelas dengan telah diterbitkannya Perbup nomor 49 tahun 2022 tentang Pengelolaan Zakat Profesi, Infaq dan Sedekah Pegawai Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan BUMD Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Baca Juga  Perpanjang Kontrak, Kota Bogor Tetap Kirim Sampah ke Galuga Empat Tahun Kedepan

Lewat rakor ini, ua juga ingin meningkatkan semangat dan peran Baznas dalam mewujudkan Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban dengan program yang selaras dengan Baznas yakni Bogor Takwa, Bogor Sehat, Bogor Cerdas, Bogor Peduli dan Bogor Makmur.

Ada beberapa agenda yang telah disiapkan Baznas Kabupaten Bogor di Ramadhan kali untuk menghimpunan dana zakat, infaq dan sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya. Di antaranya program pembayaran zakat SKPD, direksi BUMD dan kepala instansi vertikal, serta optimalisasi zakat, infaq dan sedekah yang terkumpul melalui UPJ Desa dan Kecamatan. Selanjutnya, zakat fitrah yang dihimpun melalui SKPD, UPZ BUMD, UPZ Instansi vertikal, Kecamatan, dan Kelurahan.

“Untuk program pendistribusian yakni tenaga sukwan Pemerintah Kabupaten Bogor, penyaluran pesapon pada 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, penyaluran zakat fisabilillah dan bantuan rutin mustahik,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.