Marak Peredaran Narkoba dalam Lapas, Kamar Napi Di-sweeping hingga Tes Urine

by -

METROPOLITAN – Lapas Kelas IIA Cibinong terus ber­benah, seiring adanya infor­masi peredaran narkoba yang dikendalikan narapidana yang berada di lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Ci­binong Usman Madjid men­gungkapkan, narkoba memang menjadi musuh utama seluruh masyarakat dan unsur penegak hukum, termasuk lembaga pemasyarakatan. Karena itu, pihaknya berkomitmen penuh memberantas narkoba dengan berpedoman kepada tiga kunci pemasyarakatan maju.

“Sebagai salah satu bagian dari penegak hukum di Indo­nesia, kami sangat mengutuk keras peredaran narkoba, khususnya di dalam lapas dan rutan,” kata Usman Madjid.

Menurutnya, tiga kunci pe­masyarakatan maju menjadi dasar utama dalam pemberan­tasan setiap gangguan kea­manan dan ketertiban. Seba­gai langkah konkret, ia menga­ku telah menggelar sidak ke kamar hunian warga binaan. Sejumlah barang yang diang­gap terlarang pun berhasil diamankan.

“Kita lakukan giat peng­geledahan insidentil ke kamar-kamar hunian warga binaan khusus pidana nar­kotika. Hal ini merupakan upaya deteksi dini mencegah beredarnya narkoba di dalam lapas. Kita juga amankan beberapa benda berbahaya yang berpotensi menimbul­kan gangguan keamanan,” kata Usman.

“Sidak kami lakukan di blok hunian khusus narkoba. Ke­giatan rutin kita laksanakan, meskipun mendadak dan rahasia,” sambungnya.

Sidak tersebut dilakukan petugas gabungan dari Polres Bogor dan BNNK. Usman menyebut razia yang digelar merupakan wujud nyata dari komitmennya Zero Hali­nar (Handphone, Pungli, Narkoba, red).

Baca Juga  Pemilik 15 Kg Shabu Dijatuhi Vonis Hukuman Mati

“Jumlah barang terlarang yang masuk ke kamar hunian setiap harinya kian menurun. Ini semua berkat kerja sama dan kerja keras. Dengan ini, kita harus terus meningkatkan pelayanan bagi warga binaan,” tegas Usman.

“Untuk barang temuan ha­sil penggeledahan akan kami data dan dicatat, untuk sela­njutnya dimusnahkan,” ung­kapnya.

Sementara itu, petugas dan warga binaan di Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor, menjalani tes urine, Jumat (18/3). Langkah itu dilakukan sebagai upaya pengawasan dan peningkatan pengamanan di Lapas Paledang.

Kepala Lapas Kelas IIA Pa­ledang Y Waskito mengatakan, tes urine ini sekaligus de­teksi dini potensi peredaran narkoba di lingkungan lapas. Tes urine dilakukan secara acak kepada petugas dan warga binaan. Total lima pe­gawai dan 20 warga binaan mengikuti tes ini.

“Dalam kegiatan ini, tidak ditemukan petugas maupun warga binaan yang meng­gunakan obat-obatan terlarang, yang ditunjukkan dengan hasil negatif pada alat tes urine,” jelas Waskito.

Selain itu, Waskito mene­gaskan pihaknya rutin mela­kukan pemeriksaan blok hunian warga binaan. Tujuan­nya untuk menekan potensi peredaran narkoba di ling­kungan lapas.

Baca Juga  Polisi Sikat Dua Bandar Sabu di Citeureup Bogor

“Sampai saat ini belum ada indikasi adanya warga binaan yang mengendalikan maupun menggunakan narkoba di lingkungan Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ke­pala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Pa­ledang Bogor Rachmad Min­tarja mengatakan, sidak blok hunian warga binaan juga dilakukan untuk menganti­sipasi keberadaan barang terlarang di dalam lapas. Misalnya, senjata tajam dan beragam perkakas lainnya.

“Saat ada yang melanggar atau ada yang ketahuan me­miliki barang terlarang, kami akan memberikan sanski te­gas seperti memindahkan yang bersangkutan ke kamar iso­lasi, pencabutan hak remisi, pencabutan pembebasan bersyarat, dan cuti bersyarat,” tegas Rachmad.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIA Gunungsindur Mu­jiarto angkat suara soal du­gaan keterlibatan narapidanya, terkait penangkapan kurir narkoba berinisial YD oleh Polsek Bojongsari, di Jalan Cagak Satelit, RT 02/06, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Mujiarto mengaku belum mendapatkan informasi res­mi dari Polsek Bojongsari soal dugaan keterlibatan na­rapidanya atas kasus sabu-sabu tersebut.

“Sampai saat ini belum ada konfirmasi atau koordinasi dari pihak kepolisian Polsek Bojongsari terkait itu,” katanya.

Baca Juga  120 Ribu Orang Protes Vonis Bebas Predator Seks Pakansari

Dalam hal ini, Lapas Kelas IIA Gunungsindur mengaku siap bekerja sama dan berko­ordinasi dengan pihak-pihak terkait, apabila benar ada indikasi keterlibatan narapi­danya dalam kasus sabu-sabu tersebut.

“Kami siap dan sangat ter­buka untuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan penegak hukum dalam semua upaya dan langkah memberantas narkoba, terutama di ling­kungan Lapas Khusus Gunungsindur,” ujarnya.

Mujiarto mengaku siap mem­berikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat dalam kasus peredaran narkoba di lingkungan lapas.

“Komitmen kami tetap sama dengan pimpinan, yaitu perang terhadap narkoba. Dan siapa pun yang terbukti terlibat, baik warga binaan maupun petu­gas, akan kami berikan sank­si jelas dan tegas,” tutupnya.

Sekadar informasi, Polsek Bojongsari berhasil menang­kap kurir narkoba berinisial YD di Jalan Cagak Satelit, RT 02/06, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Dari tangan YD, polisi ber­hasil mengamankan barang bukti berupa paket sabu-sabu siap edar yang disembunyikan pelaku di dinding rumahnya.

Berdasarkan pengakuan YD, ia hanya bertugas sebagai kurir barang haram tersebut. Ia mendapatkan sabu-sabu itu dari lingkaran informasi salah seorang penghuni Lapas Gunungsindur berinisial A. (fin/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.