Masih Terkendala, Kota Bogor Belum Bisa Buang Sampah ke TPPAS Nambo

by -

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuang sampah ke Tempat Pengelolaan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Kabupaten Bogor nyatanya belum terlaksana sampai saat ini.

Belum selesainya pembangunan di TPPAS Nambo jadi kendala Kota Bogor mempunyai alternatif lain selain membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor.

“Belum bisa buang, karena masih nunggu konfirmasi dari Pemprov Jabar. Sementara masih di Galuga sampai saat ini,” kata Kabid Pengelolaan Persampahan di DLH Kota Bogor, Feby Darmawan kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurutnya, pihaknya juga belum bisa memastikan kapan Kota Bogor bisa membuang sampah ke TPPAS Nambo, meski sudah dijanjikan bisa membuang sejak akhir Februari lalu.

“Belum ada kabar lagi, belum ada konfirmasi dari Pemrov Jabar, kayanya nanti kalau udah ada undangan rapat lewat zoom dari Pemprov Jabar, baru kita dikasih waktu kapan siapnya buang kesana,” ucap dia.

“Dan bukan hanya Kota Bogor saja, semuanya juga belum ada (membuang sampah ke TPPAS Nambo), baik Bekasi, Kabupaten Bogor hingga Depok,” sambungnya.

Baca Juga  Waspada.. Kasus Covid-19 Kota Bogor Terus Melonjak, Sepekan Terakhir Saja Muncul 121 Kasus Baru

Soal berapa jumlah volume sampah yang bisa dibuang ke TPPAS Nambo apabila pembangunan telah selesai, dikatakan Feby, sesuai perjanjian awal Kota Bogor mendapatkan jatah sekitar 400 ton perhari. Sehingga, jumlah itu yang menjadi patokan pihaknya saat ini.

“Kalau untuk Kota Bogor di awal itu kuota kita 400 ton. Dan memang yang lebih urgent itu Kota Depok, sebab TPA mereka sudah tidak beroperasi lagi, mereka hampir 400 ton lebih perhari,” imbuh dia.

Disinggung apakah ketika TPPAS Nambo beroperasi secara full Kota Bogor akan beralih dari TPA Galuga, Feby mengaku belum bisa memastikannya. Karena, jumlah volume sampah Kota Bogor perhari rata-rata menyentuh angka 500-600 ton perhari.

“Belum bisa dipastikan. Karena untuk pendistribusian berapa nantinya itu belum ditentukan, dan ini semuanya akan menyesuaikan dengan anggaran Pemkot yang tersedia,” ujarnya.

Sebelumnya, Kota Bogor segera punya alterna­tif pembuangan sampah selain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Sebab, Tempat Pengelolaan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Klapanung­gal, Kabupaten Bogor, dika­barkan bakal beroperasi dan diuji coba pada Maret ini.

Baca Juga  Kejari Eksekusi Warga Bogor Korupsi Dana Kredit Usaha Ternak Sapi yang Rugikan Negara Rp47 M

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto, mengatakan, Maret ini rencananya TPPAS Nambo akan diuji coba. Be­berapa kota atau kabupaten yang sudah kerja sama meng­gunakan TPPAS Nambo pun sudah bisa uji coba mengirim sampah.

“Maret ini rencananya su­dah diuji coba, beberapa kota yang sudah kerja sama penggunaan TPPAS Nambo, awal-awal uji coba dulu,” katanya kepada Metropolitan, belum lama ini. Untuk jum­lah sampah yang dikirim, sambung dia, memang belum akan dalam jumlah maksimal. Kota Bogor sendiri akan uji coba dengan mengirim sam­pah 10 ton per hari selama uji coba.

“Nambo tetap jalan (selama penyelesaian pembangunan, red) tapi awal-awal mau coba jalan, uji coba. Jadi dari masing-masing kota belum maksimal, tapi kita uji coba,” ujarnya. “Kota Bo­gor belum 100 persen. Untuk Maret awal kita mau uji coba 10 ton per hari, sampai nanti operasional TPPAS Nambo maksimal,” sambung­nya.

Terkait tipping fee yang harus dibayarkan, pihaknya masih menghitung kembali dengan Pemprov Jawa Barat sebagai pengelola TPPAS Nambo. “Nanti kita hitung lagi dengan provinsi,” tutur­nya.

Baca Juga  Modus Iming-iming Permen, Kakek di Bogor Cabuli 6 Bocah

Dari jumlah rata-rata sam­pah Kota Bogor yang men­capai 600 ton per hari, diha­rapkan sampah yang dibuang ke TPPAS Nambo nantinya berkisar di angka 400 ton per hari. “Nambo kan yang kelo­la regional, bukan kita. Kita hanya drop sampah. Diha­rapkan punya kapasitas bisa sampai 400 ton sampah buat kita. Tapi kita tahap awal per hari itu kita hanya 10 ton dulu. Karena kita masih ada (TPA) Galuga,” jelas Deni.

Menurutnya, baik TPPAS Nambo maupun TPA Ga­luga akan tetap jadi tempat pembuangan sampah buat Kota Bogor. Sebab, ada plus minus tersendiri dari kedua tempat tersebut.

“Enakan mana? Ya sama lah. Artinya, kalau ke Nam­bo, itu regional, ada sup­porting dari Jabar. Kalau Galuga nggak, tapi kita ada lahan sendiri di sana. Intinya, pengolahan sampah memang harus ada alternatif, nggak bisa hanya satu,” tuntas Deni. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.