Positif Covid Tembus 8.848 Kasus, Bima Arya Belum Restui PTM di Kota Bogor : Satu-Dua Minggu Ini Kita Lihat Trennya

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Positif Covid-19 di Kota Bogor masih menyentuh angka 8.848 kasus. Tak ingin ambil resiko, Pemerintah (Pemkot) Bogor pun memastikan tetap menyetop Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor untuk sementara.

“(Penyetopan PTM) masih diperpanjang,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya saat ditemui Metropolitan.id di Gereja Katedral Kota Bogor, Kamis (3/3).

Namun, pihaknya terus mempelajari tren kasus Covid yang saat ini disebut mulai melandai di Kota Bogor.

Termasuk mempelajari tren kasus Covid dalam satu-dua minggu kedepan. Jika kasus semakin turun, ia pun membuka kemungkinan untuk membuka kembali PTM.

“Kalau tren-nya semakin turun, semakin landai, maka PTM akan kita buka. Satu-dua minggu ini kita lihat, kalau tren-nya landai, normalisasi akan kita berlakukan (termasuk PTM),” jelas Bima Arya.

Baca Juga  4.115 Mahasiswa Baru IPD 'Diceramahi' Bima Arya

Apalagi, sambung dia, dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru soal pelaksanaan PTM, kepala daerah punya diskresi untuk memutuskan daerahnya melaksanakan PTM atau tidak.

“Kan sempat (kasus) di angka 100-an. Karena libur panjang kemarin naik lagi 300. Tapi kita lihat lagi tren-nya seminggu ke depan
Kalau kenaikan di bawah 100, saya kira sangat mungkin akan kita berlakukan PTM,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi menjelaskan, perpanjangan penyetopan PTM kali ini lebih disebabkan kondisi tren kasus Covid. Sebelumnya, aturan PTM tertuang dalam SKB 4 menteri yang juga jadi acuan Pemkot Bogor dalam menghadapi semester genap tahun ajaran 2021/2022.

“Dalam perjalananya ada Omicron, dikeluarkan lah Inmendagri nomor 6, 9 dan Minggu lalu nomor 10. Dan kebijakan kepala daerah bisa mengambil keputusan (diskresi) penyetopan PTM,” jelas Hanafi.

Baca Juga  RAPBD 2021 Kota Bogor Masih Defisit Rp445 Miliar

Pihaknya pun menyerahkan kebijakan kepada Satgas Covid-19 dalam wacana membuka kembali PTM atau tidak. Sebab, kondisi saat ini sudah lebih siap dalam konteks sarana prasarana protokol kesehatan ketimbang beberapa waktu lalu atau awal disetopnya PTM.

“Beberapa sekolah sudah mengajukan, tapi pak wali tegaskan belum akan dibuka PTM. Saya kira sekarang kalau nanti diperbolehkan, maka bisa langsung dilaksanakan karena sarpras sudah siap. Tinggal perbaikan kalau ada yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Jika melihat tren kasus saat ini, sambung dia, ada kemungkinan pada pertengahan Maret ini bakal kembali dibuka PTM. Meskipun tetap pihaknya menunggu arahan dari Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“Terserah kebijakan nanti apakah PTM 100 persen atau 50 persen. Yang jelas kita lebih siap dari segi sarpras. Memang ada belasan lah sekolah minta PTM tapi tetap tidak kami izinkan karena banyak juga yang belum mau (PTM),” tutup Hanafi. (ryn)

Baca Juga  Tim Walet Aktif Bantu Penanganan Covid-19 Kota Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published.