#savepuncak, Wisata Harus Ramah, Aman, Nyaman dan Berkelanjutan

by -

METROPOLITAN.id – Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, diharapkan menjadi destinasi wisata yang ramah, aman, nyaman dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin saat Webinar Nasional bertajuk Save Puncak yang dgelar Universitas Djuanda (Unida) Bogor secara daring, Rabu (23/2).

Ade Yasin menjelaskan, pembangunan kepariwisataan Kabupaten Bogor 2020-2025 fokus untuk mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai destinasi pariwisata yang maju, berbudaya, berwawasan lingkungan, berkelas dunia dan berkelanjutan.

Hal itu selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Riparnas) 2010-2025 dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (Ripparprov).

Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Bogor. Dengan perencanaan pengembangan yang tepat, sektor pariwisata diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja, mendongkrak pendapatan daerah dan menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Plt Bupati Tunggu Surat Rekomendasi Panwaslu Kabupaten Bekasi

“Terlebih Kabupaten Bogor ini daerah yang berdekatan dengan ibu kota negara dan berbatasan langsung dengan 10 kabupaten/kota dan dua provinsi yang dikelilingi sekitar 70 juta populasi, sehingga potensi wisata Puncak ini sangat besar. Bahkan kawasan Puncak menjadi wisata favorit warga Jabodetabek,” ungkapnya.

Selain itu, kebijakan pengembangan potensi pariwisata ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan Kabupaten Bogor sesuai dengan Ripparnas 2010-2025. Mencakup beberapa wilayah yakni, Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Bogor-Halimun, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Puncak-Gunung Gede Pangrango.

Hal itu juga tertuang dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 mengenai destinasi wisata alam prioritas Halimun-Salak, Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Perkotaan Jabodetabekpunjur.

Baca Juga  Masih PPKM, Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat

Terakhir, Perpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark Pongkor, PP Nomor 69 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Lido.

“Juga tertuang dalam Ripparprov Jabar 2015-2025 meliputi destinasi pariwisata Bogor-Cianjur-Sukabumi, kawasan strategis ekowisata alam Puncak dan sekitarnya, lalu kawasan pengembangan ekowisata dan budaya Gunung Halimun, Salak-Gede Pangrango, kawasan pengembangan pariwisata alam Bogor-Depok dan sekitarnya serta RPJMD Provinsi Jawa Barat 2018-2023 yang mengatur Kawasan Ekonomi Khusus Lido,” terang Ade Yasin.

Dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020, diatur juga tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bogor 2020-2025, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Puncak-Lido, KSPD Sentul-Cibinong, KSPD Halimun-Salak dan KSPD Sukamakmur-Cariu, juga KSPD Cileungsi-Jonggol, KSPD Ciseeng-Kemang dan KSPD Dramaga-Cigudeg dan sekitarnya. (fin)

Baca Juga  Kawasan Puncak Mulai Dibanjiri Kendaraan Lagi, Lihat Nih Kemacetannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.