Viral Oknum Kades Marah-marah di IGD, Ini Penjelasan RSUD Leuwiliang

by -
Seorang oknum kepala desa saat marah-marah di IGD RSUD Leuwiliang

METROPOLITAN.id – Video seseorang yang diduga Kepala Desa Sadeng Yanuar Lesmana, marah-marah di sesalkan terhadap pelayanan RSUD Leuwiliang. Dirinya sempat mengamuk, akibat warganya yang meninggal tak bisa menggunakan mobil jenazah dengan alasan sedang dipakai.

Menanggap hal ini Kasubag Umum RSUD Leuwiliang, Muhtar Lintang mengatakan, memang betul ada kejadian itu, ada yang sempat marah karena tak bisa dihantarkan mobil jenazah milik rumah sakit. Menurutnya, pasien datang dengan ambulan Puskesmas masuk IGD jam  16.45 di triase merah dan langsung ditangani oleh petugas.

“Sementara saat pasien ditangani petugas IGD,keluarga medaftar di Sentral Opnam pada jam 16.59; WIB, selesai keluarga medaftar, ternyata pasien meninggal dunia jam 17.30 WIB,” ujar Muhtar.

Baca Juga  KUE PIE JAJANAN BOGOR

Menurutnya, ketika saat itu  keluarga membutuhkan mobil jenazah untuk mengantar jenazah pulang, akan tetapi diinformasikan oleh kasir bahwa mobil jenazah sedang mengantar jenazah lain ke Cianten. Disampaikan oleh petugas kami apabila mau mengunakan mobil jenazah harus menunggu mobil kembali dari Cianten dengan perkiraan waktu satu jam lebih.

Setelah keluarga menerima informasi mobil jenazah sedang dipakai ketempat yang cukup jauh dan terlalu lama untuk menunggu, keluarga memutuskan untuk menggunakan kendaraan sendiri, dengan demikian keluarga membatalkan pendaftarannya di awal, dans uasana masih tetap baik-baik saja dan saat itu jenazah masih berada di dalam ruang IGD. Jam 17.36 WIB.

“Keluarga minta bantuan kepada sekuriti untuk membantu mengeluarkan jenazah dari dalam keluar IGD, karena sudah tersedia mobil SIAGA Desa Cintamanik di loby IGD,” bebernya.

Baca Juga  Rencana Pembentukan Perda Samisade Batal, Pemkab Bogor Lebih Memilih Perbup

Tiba Kepala Desa Sadeng  Yanuar Batak marah-marah terkait, ketidakadaan mobil jenazah sambil menunjuk-nunjuk kearah ambulan rujukan di garasi ambulan. Dengan mengatakan bahwa itu banyak ambulan kenapa tidak bisa dipakai.

Salah seorang Satpam RSUD Leuwiliang,  Ahmad menjelaskan, kalau mau memakai mobil jenazah mohon sabar menunggu datang dari Cianten antar jenazah lain. Penjelasan terkait dengan ambulan sudah tidak digubris lagi oleh kepala desa yang marah.Namun, pihak keaamanan tetap membantu memasukkan Jenazah ke dalam mobil siaga Desa Cintamanik walau sambil dimarah-marahi kepala desa sadeng.

“Jam 17.50 WIB jenazah berangkat dengan mengunakan mobil siaga Desa Cintamanik,” tukasnya.(eka)

Leave a Reply

Your email address will not be published.