200 Sekolah di Bogor Butuh Perbaikan, tapi Hanya Puluhan Sekolah Dapat Anggaran Tahun Ini

by -
ILUSTRASI. (IST)

METROPOLITAN.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menyebut bahwa ada sekitar 200 bangunan sekolah yang harus mendapat intervensi anggaran untuk dilakukan renovasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar. Ia mengatakan dari catatan yang disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor saat rapat kerja beberapa waktu lalu, ada sekitar 200 bangunan sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang perlu dilakukan perbaikan.

Pihaknya fokus memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera melakukan renovasi bangunan sekolah SD dan SMP se-Kota Bogor.

“Ada 200 bangunan lebih yang perlu mendapatkan prioritas intervensi anggaran perbaikan bangunan gedung sekolah,” katanya.

Baca Juga  Dokter Li Wenliang Meninggal, Sempat Dianggap Menyebarkan Berita Bohong Terkait Virus Corona

Bukan tanpa alasan, bangunan-bangunan sekolah yang perlu mendapatkan intervensi anggaran ini diketahui rata-rata sudah berusia lebih dari 40 tahun.

“Karena bangunan tersebut dibangun pada tahun 1970-an, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi dan renovasi lagi,” ujar politisi PKS itu.

Belum lagi, insiden sekolah ambruk pada tahun lalu dan awal tahun 2022, menambah catatan buram dunia pendidikan di Kota Bogor.

Menurutnya, berbagai insiden tersebut menunjukan bahwa hal tersebut perlu perhatian khusus dari sisi anggaran.

“Pemkot Bogor harus punya prioritas yang tepat. Jangan sampai memprioritaskan agenda yang mengesampingkan prioritas di bidang pendidikan, padahal perlu dukungan anggaran yang memadai untuk mengintervensi renovasi bangunan gedung sekolah,” jelasnya.

Baca Juga  Demokrat Kota Bogor Main Dua Kaki

Di sisi lain, ia juga meminta kepada Pemkot Bogor untuk merencanakan pembangunan sekolah baru di wilayah-wilayah yang saat ini jumlahnya masih minim. Hal itu perlu dilakukan sebagai bentuk upaya pemerataan jumlah sekolah.

“Setelah selesai renovasi, perlu penambahan sekolah baru di wilayah dan daerah-daerah perbatasan,” tandas Karnain.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Dani Rahadian menuturkan bahwa alokasi anggaran untuk perbaikan sekolah tahun ini kurang dari Rp30 miliar, setelah sempat terkena refocusing anggaran.

Selain itu, kata dia, sebagian besar sekolah yang mendapat intervensi anggaran perbaikan pada tahun ini merupakan sekolah yang diajukan untuk perbaikan pada tahun lalu, namun banyak terlaksana terkena refocusing.

Baca Juga  Pasca Wisatawan Tewas Tersambar Petir, Wisata Camp Gayatri Ditutup

“Kurang dari Rp30 miliar. Kalau saya hitung, kalau nggak salah kisaran 24-an sekolah aja ternyata yang diperbaiki tahun ini. Banyaknya lanjutan 2021, karena anggarannya banyak direfocusing,” jelasnya saat dikonfirmasi Metropolitan.id, Kamis (21/4) siang.

Selain itu, sambung dia, paling banyak didominasi perbaikan untuk bangunan SD ketimbang bangunan SMP.

“Sepertinya (perbaikan gedung) SD saja. Untuk SMP juga kan sedikit. Jumlah pasti saya kurang hafal, bisa ke bidang sarpras (sarana prasarana, red) Disidik,” tuntas Dani. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *