Ada Program Lima Warga Satu Guru di Bogor, Ini Tujuannya

by -

METROPOLITAN.id – Selain melantik 1.324 guru honorer menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Bupati Bogor juga meluncurkan program anyar yang diberi nama Lima Warga Satu Guru (Mawar Sagu) di IPC Residence & Convention, Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (20/4).

Program ini diharapkan dapat meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, salah satu tantangan sektor pendidikan di Kabupaten Bogor ialah meningkatkan capaian Rata-rata Lama Sekolah. Tahun 2021, pencapaian RLS rata-rata kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat sebesar 8,55 tahun

Sementara saat ini, rata-rata lama sekolah Kabupaten Bogor masih berada di angka 8,31 tahun atau setara kelas dua SMP.

Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibanding angka rata-rata lama sekolah secara nasional, yakni 8,54 tahun.

Angka 8,31 tahun juga masih jauh dari target Ade Yasin yang menargetkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor mencapai 8,61 tahun pada tahun 2023.

Baca Juga  Kementan Sediakan 9,5 Juta Ton Bantuan Pupuk

Ade Yasin menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan RLS di Bumi Tegar Beriman. Salah satunya lewat optimalisasi peran lembaga Pendidikan dan organisasi profesi pendidik melalui program Mawar Sagu.

“Rata-rata lama sekolahwarga di Kabupaten Bogor masih kurang, oleh karena itu melalui program pendampingan oleh para guru (Mawar Sagu), dapat meningkatkan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin.

Lewat program ini, setiap satu orang guru ditugaskan menjadi tutor atau pendamping untuk lima orang warga dalam belajar. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan program kejar paket kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Jadi lima warga satu guru. Kita ingin naikan RLS, satu guru mencari lima orang di wilayahnya untuk diajar Paket A, B dan C. Hari ini kita melantik 1.324 guru, kalau dikali lima saja sudah berapa warga yang bisa dipegang. Belum dari guru-guru yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga  Pejabat Pemkot Bogor Dirombak, Bima Arya Biarkan Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Dengan demikian, Ade Yasin berharap angka RLS Kabupaten Bogor akan meningkat secara signifikan. Yang jelas, program Mawar Sagu kni harus didukung semua pihak, tidak hanya mengandalkan keterlibatan para guru.

Seluruh stakeholder seperti camat, kepala desa hingga RT/RW diminta berperan aktif agar program ini bisa berjalan maksimal.

“Kita keroyok, kerjanya keroyokan. Jadi target dua tahun ini selesai dan angka RLS kita naik. Jadi saya minta bantuan bapak ibu semua untuk aktif di Mawar Sagu, karena tidak ada yang mustahil dan tidak ada yang mubazir ketika kita memberikan ilmu kita ke orang lain,” tegas Ade Yasin.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi menilai program Mawar Sagu yang diluncurkan Ade Yasin merupakan sesuatu yang luar biasa. Ia percaya program ini akan mampu mewujudkan target RLS di Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Telurkan Para Atlet, Cegah Pergaulan Bebas Kawula Muda

“Guru-guru kan tinggal di lingkungan RT/RW, jadi kita semua akan bergerak bersama, nanti ada tim dari kabupaten, kecamatan, hingga desa. Ini adalah sebuah revolusi untuk peningkatan RLS. Semoga gerakan ini akan membawa manfaat. Yakini apa yabg kita perbuat hari ini untuk kebaikan. Ibu Bupati sudah luar biasa,” kata Amsohi.

Amsohi menjelaskan, dalan Undang-undang Guru, ada empat kompetensi yang harus dimiliki tiap guru, salah satunya adalah kompetensi sosial. Untuk itu, Amsohi mengajak seluruh guru terlibat aktif dalam program Mawar Sagu sebagai wujud dari penerapan kompetensi sosial tersebut.

“Maka kita buktikan bahwa kita akan menjalankan amanah ini,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.