Ajang Seru-Seruan Kini Bergeser Jadi Tawuran, Tradisi Perang Sarung Bikin Resah

by -

Ramadan tiba, Ramadan tiba. Bulan puasa yang identik dengan sahur on the road kini disalahgunakan. Hari pertama sahur, gerombolan remaja Bogor justru melakukan aksi perang sarung. Tradisi puasa yang awalnya hanya candaan kini berubah jadi ajang tawuran yang membahayakan.

SEKILAS tak ada yang aneh dengan kelompok remaja, lengkap dengan sarungnya itu. Masing-masing mem­bawa sarungnya. Siapa sang­ka, kain sarung yang dibawa­nya sudah dimodifikasi men­jadi alat membahayakan. Sekali cambukan, bisa mem­buat korbannya sakit bukan kepalang. Seperti kejadian di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Salah seorang warga, Ridwan, mengatakan bahwa aksi tawu­ran remaja tersebut awalnya menggunakan sarung berisi batu. Namun, perang sarung memanas. Sejumlah remaja yang terlibat perang sarung, mengeluarkan senjata tajam. “Pecah tuh, tawuran,” katanya.

Baca Juga  Perang Sarung di Cileungsi, 5 Remaja Digelandang ke Kantor Polisi

Ia mengaku perang sarung sudah menjadi tradisi rema­ja di sana. Setiap tahun, aksi serupa sering terjadi di wi­layah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. “Memang anak remaja di sini setiap puasa selalu perang sarung. Tapi baru kali ini mengguna­kan senjata tajam,” sesalnya.

Atas perbuatannya itu, se­jumlah remaja yang terlibat perang sarung di Kecamatan Jonggol digelandang ke Ma­polsek Jonggol, Minggu (3/4). “Ada tiga yang diamankan, mereka membawa senjata tajam,” ujar Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena kepada Radar Bogor, Minggu (3/4).

Ita memaparkan, para pela­ku tawuran perang sarung itu merupakan anak di bawah umur. Ia pun meminta para orang tua lebih ketat dalam mengawasi anak-anaknya. “Peran orang tua sangat pen­ting. Ini kebanyakan pelaku masih di bawah umur,” tutur­nya.

Baca Juga  IDI Prihatin Limbah APD Dibuang Sembarang, Perlu Sosialisasi dan Pengecekan Pengolahan Limbah Medis

Tak hanya di Jonggol. Di Kota Bogor, hal serupa juga terjadi. Polresta Bogor Kota mengamankan 16 remaja yang hendak melakukan perang sarung pada Minggu (3/4) dini hari.

Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Yakni, di Kom­pleks PT Unitex, Jalan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, dan Jalan Sholeh Iskandar, tepat­nya di Gang Kukupu, Keca­matan Tanahsareal.

“Para remaja ini diamankan Tim Kujang Polresta Bogor Kota karena hendak melaku­kan perang sarung sekitar pukul 02:30 sampai 03:30 WIB,” kata Kasubsi Penmas Pol­resta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar kepada wartawan, Minggu (3/4). “Dari tangan para remaja ini, petugas ber­hasil mengamankan empat sarung yang sudah dimodifi­kasi dan tiga meriam spiritus,” sambungnya.

Baca Juga  Disdik Kota Bogor Siap Kaji Pola Disdik DKI

Atas perbuatannya, jelas Rachmat Gumilar, para re­maja itu diamankan di Mako Polresta Bogor Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. “Kita bina dan panggil orang tua mereka masing-masing agar kejadian seperti ini tidak terulang kem­bali,” tegas Rachmat.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua agar lebih was­pada ketika anak-anak me­reka pamit keluar jelang dan setelah sahur. Sebab, jangan sampai para remaja itu mela­kukan aktivitas perang sarung yang saat ini telah berubah konsep, yang dulunya hanya candaan kini jadi ajang me­lukai dan pengeroyokan hingga timbul korban luka. (rez/fin/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.