Alhamdulillah, Gaji 486 Guru Honorer di Kota Bogor Mulai Cair

by -

METROPOLITAN.id – Penantian panjang 486 guru honorer setingkat SD dan SMP di Kota Bogor mendapatkan hak gajinya akhirnya terjawab.

Setelah sempat tertunda selama tiga bulan, gaji mereka akhirnya sudah dapat dicairkan secara bertahap. Saat ini bahkan beberapa sekolah sudah masuk proses pencairan, setelah melakukan entry atau memasukkan anggaran yang harus dicairkan di sistem sending instruction (SI).

Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, setelah melalui proses di Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), setiap sekolah harus memasukkan anggaran yang dicairkan dalam rencana kerja anggaran sekolah (RKAS). RKAS meliputi alokasi untuk kegiatan sekolah, pembelian fasilitas sekolah, termasuk gaji guru.

“Sudah banyak yang (sudah) proses pencairan. Kan oleh sekolahnya (masing-masing) harus meng-entry. Gak hanya gaji, tapi kegiatan lain di sekolah yang tertuang dalam perencanaan juga,” kata Hanafi.

Menurutnya, gaji ratusan guru yang tertunggak tersebut bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga  Warga Bogor Heboh Kemunculan Buaya di Sungai Cisadane

Hanafi menjelaskan, setelah RKAS disahkan, kemudian disampaikan ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Baru setelah itu dimasukkan ke sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) di BKAD Kota Bogor.

“Setelah disahkan baru mereka mengusulkan dengan cara meng-entry setiap sekolah. Kepala sekolah sebagai kuasa pengguna anggaran, sudah bukan di Disdik lagi. Langsung di sekolah,” ucapnya.

Adapun gaji yang sempat tersendat yakni periode Januari hingga Maret 2022. Hanafi berharap, insiden serupa tidak terulang lagi. Untuk itu, pihaknya merencanakan untuk menggunakan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan (juknis-juklak) agar gaji guru honorer bisa tersalurkan tepat waktu.

“Minimal jangan sampai terjadi keterlambatan yang sudah-sudah. Jadi, untuk 2023 nanti pakai juknis 2022. Kalau 2023 ada keluar perubahan kebijakan, kita menyesuaikan,” ujar Hanafi.

Baca Juga  Ini Pengakuan Warga Bogor Temukan Paket Isi Ganja 3 Kg: Sempat Ada yang Mau Ngambil, Cuma Pergi Lagi

Diketahui, sebanyak 486 gaji guru honorer belum mendapatkan gaji yang bersumber dari dana BOS APBN. Hal ini pun mengundang reaksi dari DPRD Kota Bogor hingga memanggil jajaran Disdik Kota Bogor pada Rabu (6/4).

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto meminta kepada Disdik dan BKAD untuk mempercepat proses administrasi yang dibutuhkan.

“Kami minta akhir pekan ini bisa diselesaikan. Tahapan sudah di BKAD, untuk itu segera proses administrasinya dan upayakan Jumat besok atau maksimal Senin depan sudah pencairan,” kata Atang.

Atang mengaku kasian dengan ratusan guru honorer yang sudah tiga bulan bekerja, namun belum mendapatkan haknya.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Disdik Kota Bogor, ada sekitar 486 guru dan tenaga pendidik yang belum mendapatkan gaji atau honor sejak awal tahun.

Baca Juga  Cek Kesehatan Pohon di Kebun Raya Bogor, Ini Rekomendasi Peneliti LIPI

Atang meminta agar kedepannya, kasus seperti ini tidak terulang. Sehingga, berdasarkan hasil rapat tersebut disiapkan dua skenario penggunaan BOS APBN untuk tahun kedepannya.

Skenario pertama, jika anggaran dana BOS APBN sudah jelas besarannya sebelum penetapan APBD Kota Bogor, Atang meminta agar pihak sekolah dan disdik mempercepat penyusunan RKA dan penginputan anggaran ke SIPD.

Sedangkan untuk skenario kedua, jika anggaran dana BOS APBN masih tidak jelas besarannya seperti yang terjadi pada penyusunan APBD Kota Bogor 2022, maka juknis yang akan digunakan adalah juknis tahun sebelumnya.

“Dengan dua skenario ini kita berharap bahwa tahun depan tidak terulang lagi masalah molornya pencairan gaji guru honorer. Termasuk, opsi untuk memasukkan honor atau gaji guru ini ke dalam APBD Kota Bogor, sedangkan BOS dialokasikan penuh untuk operasional,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.