Ayah Tiri yang Siksa Anak Pernah Dilaporkan dan Minta Maaf, Ternyata Istri Juga Alami Penganiayaan

by -
Ilustrasi kasus kekerasan anak. (Shutterstock)

METROPOLITAN.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor mengungkap aksi penyiksaan ayah tiri terhadap anaknya di Bojonggede yang viral bukan kali pertama terjadi. Bahkan, sang istri juga disebut kerap mendapatkan penganiayaan.

Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Andika Rachman mengatakan, dari keterangan istri pelaku yang juga kerap mendapatkan kekerasan, penyiksaan kepada anaknya sudah dilakukan sejak usia 1 tahun pernikahan mereka.

Bahkan pada 2019, sang suami pernah dilaporkan ke pihak berwajib atas kasus penganiayaan tersebut. Namun, pelaporan itu berujung damai dengan perjanjian.

“Namun setelah empat bulan paska damai, pelaku melakukan penganiayaan Kembali. Warga yang kesal terhadap ulah pelaku pun akhirnya menggerebeknya pada Senin kemarin malam,” ujar Andika, Rabu (6/4).

Baca Juga  Tipu 25 Warga Dapat Rp169 Juta

“Tidak berhenti sampai di situ, ternyata istri pelaku juga mendapatkan penganiayaan dari pelaku,” sambungnya.

Kasus penyiksaan yang dilakukan ayah tiri ini menjadi perhatian usai viral di berbagai media sosial (medsos). KPAD pun turun tangan dengan melakukan kunjungan pengawasan dan asesmen ke rumah korban.

Pelaku diketahui menyiksa sang anak dengan cara memukuli, mengikat tangan dan kaki, menyundut rokok serta menyetrika bagian tubuh anak tirinya itu.

Andika mengaku saat ini korban dalam kondisi tekanan psikologis yang berat. Selain itu, terlihat beberapa luka di bagian kaki, tangan, leher, wajah dan kepala korban.

“Iya, terlihat sekali ada tanda-tanda kekerasan pada fisik, luka di tangan yang jadi perhatian saya seperti luka melepuh agak besar. Selain itu, secara psikis juga terlihat trauma yang cukup dalam terlihat dari raut wajah yang ketakutan,” ujar Andika, Rabu (6/4).

Baca Juga  Tes Fisik Atlet Jadi Program Pertama PJSI

Sebelumnya, seorang bocah 8 tahun, RZ, diduga mengalami penyiksaan oleh ayah tirinya di kediamannya di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Bocah malang tersebut diikat kedua kaki dan tangannya hingga sulit bergerak. Bahkan, warga menduga sang anak juga sempat disundut rokok hingga disetrika.

Video warga membebaskan bocah tersebut viral di media sosial. Dalam video yang diterima Metropolitan.id, nampak sejumlah warga mendatangi salah satu rumah.

Warga lantas menjebol pintu tersebut. Benar saja, sang anak dalam kondisi memprihatinkan.

Bocah tersebut nampak tak bisa bergerak karena tangan dan kakinya diikat menggunakan tali plastik hingga berbekas.

Saat warga berhasil membuka pintu, sang anak langsung menghampiri dengan cara melompat-lompat. Warga lalu membuka ikatan tangan dan kakinya menggunakan gunting. (fin)

Baca Juga  Bocah 14 Tahun Tergeletak Tak Bernyawa di Jalan Soleh Iskandar Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *