Bakar Ban di Depan Gerbang Kantor Bupati, Ini Tuntutan Mahasiswa Bogor Saat Demo

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (13/4) sore. Mereka menuntut banyak hal khusunya meminta pemerintah mengatasi kenaikan harga BBM dan sejumlah bahan pokok.

Para mahasiswa ini tiba di gerbang Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka langsung menggelar unjuk rasa dengan membantangkan spanduk bernada protes sambil mengibarkan panji-panji.

Secara bergantian, para mahasiswa juga menyampaikan keluh kesah dan tuntutannya lewat orasi.

Mereka juga sempat meminta petugas membuka gerbang yang ditutup dan meminta Bupati Bogor Ade Yasin menemui mereka. Namun, keinginan tersebut tak terpenuhi.

Baca Juga  5 Pemain Prancis yang Menuai Sukses di Manchester United

Petugas dari TNI, Polri dan unsur-unsur terkait tetap berjaga mengamankan massa aksi agar tak merangsek masuk.

Jelang Magrib, beberapa massa aksi mengeluarkan ban bekas. Mereka lalu duduk melingkar dan membakar ban tersebut sambil bergantian orasi. Di akhir aksi, perwakilan massa aksi membacakan tuntutannya.

Ketua PC PMII Kabupaten Bogor, Miftahuddin mengatakan, setidaknya, ada lima tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini.

Pertama, merek menolak kenaikan harga BBM. Kedua, menolak kenaikan PPN. Ketiga, menolak kenaikan harga minyak goreng.

“Kenaikan-kenaikan harga ini jelas menyusahkan masyarakat. Kita juga minta Bupati Bogor mengusut tuntas mafia minyak goreng di Kabupaten Bogor,” ujar Miftahuddin.

Sementara tuntutan yang keempat, pihaknya meminta Bupati Bogor dan jajarannya menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan yang terjadi.

Baca Juga  Meski Masih Misterius, Jenazah Perempuan Bergelang Persija Dimakamkan di Bogor

“Terakhir kami juga meminta Bupati Bogor mengevaluasi kinerja dinas-dinas terkait yang gagal melaksanakan tugasnya untuk menstabilkan harga bahan pokok. Persoalan infratruktur juga sama, masih banyak jalan-jalan yang rusak dan macet dimana-mana,” tandasnya. (far/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.