Baru!! Bakal Ada Kendaraan Khusus yang Angkut Wisatawan saat Liburan di Puncak

by -
Ilustrasi kendaraan khusus bagi wisatawan dok Jawapos.

METROPOLITAN.id – Untuk mengurai kemacetan di kaswasan Puncak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta agar setiap pengelola tempat wisata menyediakan kendaraan untuk menjemput para wisatawan yang akan berekreasi di kawasan Puncak.

Hal itu seiring dengan wacaba pelarang bus atau truk besar untuk masuk ke jalan alternatif. Sehingga nantinya setiap pengelola objek wisata yang berada di jalur alternatif, harus menyediakan kendaraan khusus untuk menjemput para wisatawan yang datang.

“Kendaraan bus atau truk yang akan masuk ke kawasan wisata yang ada di jalur alternatif Puncak dengan menyediakan angkutan khusus dari lokasi parkir ke lokasi tujuan. Konsepnya nanti bakal seperti itu,” kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata.

Baca Juga  Waduh! Menu MPASI yang Salah Picu Stunting

Menurut Dicky, bus dan truk barang menjadi beberapa penyebab macetnya arus lalu lintas Puncak. Terlebih di jalur alternatif yang kerap dilewati kendaraan besar.

“Untuk itu harus dibatasi dan perlu dibuatkan lokasi parkir khusus kendaraan bus atau truk yang akan masuk ke kawasan wisata yang ada di jalur alternatif,” paparnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, pembatasan bus dan truk barang ke jalur Puncak akan dilakukan dengan memasang rambu di simpang jalur alternatif.

Dengan begitu, ia berharapa agar kemacetan yang selama ini terjadi dapat teratasi. Khususnya yang terjadi di jalur alternatif dimana ada banyak objek wisata di jalur tersebut.

“Untuk pembangunan lokasi parkir rencananya ada tujuh lokasi yakni rest area Cilember, Taman Wisata Matahari, rest area Lembah Nyiur, lalu di rest area Anggraeni, rest area Sinbad, kemudian di Hotel Evergreen dan Gunung Mas,” tuturnya.

Baca Juga  Kasihan, Diajak ke Jalanan Sepi Murid SD Ini Dicabuli

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan wacana tersebut diharap menjadi salah satu opsi mengurangi kemacetan di kawasan puncak. Apalagi jika benar-benar kendaraan besar tidak diperbolehkan masuk ke jalur alternatif.

“Pengelola wisata harus siapkan kendaraan lanjutan nantinya. Karena wisatawan nantinya akan di jemput menggunaan kendaraan kecil menuju lokasi wisatanya,” kata Ade Yasin.

“Saya akan meminta kepada Dinas Perhubungan, Disbudpar, Kecamatan dan Desa wilayah setempat untuk kolaborasi membahas secara teknis guna menindaklanjuti rencana tersebut,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.