Bima Arya Kaget Bupati Bogor Kena OTT KPK

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku kaget dan prihatin mendengar informasi Bupati Bogor, Ade Yasin yang dikabarkan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bima Arya mengaku mengetahui kabar ini melalui pesan berantai yang tersebar di aplikasi Whatsapp.

“Saya sangat-sangat kaget. Sebagai mitra kerja yang sering berdiskusi, bertukar pikiran, berkoordinasi, sangat kaget, terkejut dan prihatin,” kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (27/4).

“Saya mengetahui setelah beredar di Whatsapp dan banyak yang WA saya pagi-pagi, kawan-kawan, sahabat dan rekan-rekan kepala daerah. Kemudian saya membaca di online,” sambungnya.

Meski begitu, Bima Arya mengaku belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dirinya hanya berpesan mudah-mudahan kejadian yang seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Baca Juga  Diperiksa Sampai Larut Malam Ratu Tisha

“Dan mari kita doakan seluruh kepala daerah pemimpin dijauhkan dari cobaan, ujian dan godaan,” ucap Bima Arya.

Disinggung apakah kejadian ini akan berdampak terhadap program kerjasama antara Pemkot dan Pemkab Bogor, Bima Arya meyakini hal tersebut tidak akan berdampak. Sebab, selama ini sudah terbangun satu sistem kerjasama antara Pemkot dan Pemkab Bogor.

“Insya Allah tidak. Karena selama ini sudah terbangun satu sistem kerjasama yang baik,” imbuh Bima Arya.

“Dan kedepannya pergantian pemerintahan pun tidak akan mengubah kesepakatan yang sudah dibangun antara Kota dan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin dikabarkan ditangkap KPK lewat operasi tangkap tangan.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, Bupati Bogor Ade Yasin ditangkap sejak malam tadi

Baca Juga  Perumda Tirta Pakuan Garap Penelitian dan Pengembangan SDM Bareng Unpak

“Benar, tadi malam sampai 27/4/2022 pagi KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat, di antaranya Bupati Kab. Bogor, beberapa pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya,” ujar Ali Fikri seperti dilansir detik.com., Rabu, (27/4).

Meski demikian, KPK belum menjelaskan perkara apa yang mendasari OTT Bupati Bogor Ade Yasin tersebut.

“Kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap,” terangnya.

Selanjutnya, Bupati Bogor Ade Yasin dan beberapa orang yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam sebelum nantinya menentukan status hukum mereka.

“KPK masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan dalam waktu 1×24 jam. KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan dimaksud. Perkembangannya akan disampaikan lebih lanjut,” tandasnya. (rez)

Baca Juga  Anak Muda Jangan Hanya Jadi Joob Seeker, Harus Bisa Jadi Joob Creator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *