Bocah Ngapa Yak! Masih SD Doyan Tawuran

by -

Suara petasan memecah suasana, diduga terjadi di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Gerombolan bocah terlibat bentrok. Masing-masing saling dorong hingga terjadi baku hantam. Peristiwa terjadi selepas sahur di dua titik berbeda.

“BOCAH ngapa yak!” pekik salah seorang warga yang heran melihat aksi tak ter­puji bocah zaman now.

Aksi bocah yang terlibat tawuran terekam kamera hingga videonya menyebar di WhatsApp Group (WAG). Dalam video yang beredar, gerombolan bocah saling lempar petasan hingga mem­buat satu orang terkapar tak berdaya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Klapanunggal AKP Azi Les­mana mengaku pihaknya tengah melakukan pengece­kan Tempat Kejadian Perka­ra (TKP) untuk memastikan kejadian tersebut.

”Saat ini kita sedang mela­kukan penyelidikan mendalam dan mendalami video yang beredar di WAG tersebut,” singkatnya.

Sebelumnya, polisi sudah menangkap belasan anak ingusan karena terlibat tawu­ran pada Selasa (5/2). Bebe­rapa di antara mereka ada yang membawa senjata tajam dan ada yang masih usia sekolah dasar.

Baca Juga  Tawuran Gunakan Celurit, Belasan Pelajar di Bogor Diamankan Polisi

Total, ada 17 anak yang dia­mankan polisi saat melaks­anakan piket patroli di dua lokasi berbeda.

Di lokasi pertama, Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, ada sembilan anak yang dia­mankan. Sedangkan di TKP kedua, ada delapan anak yang diamankan.

Beberapa di antara mereka kedapatan membawa sen­jata tajam jenis samurai dan celurit rakitan.

“Barang bukti yang ikut dia­mankan berupa pedang samurai dan celurit rakitan, serta beberapa motor dan dua dua buah handphone,” terang Kapolsek Cibinong AKP Ad­himas Sriyono Putra.

Ia menjelaskan motif anak-anak tersebut berkeliaran di jalan diketahui ingin men­cari lawan, mencari nama, dan memicu adrenalin.

Kanit Reskrim Polsek Cibi­nong AKP Yunli Pangestu menuturkan, beberapa dari mereka yang diamankan ma­sih sekolah alias berstatus pelajar. Ada pula yang sudah putus sekolah.

Yang memprihatinkan, ada anak yang masih berusia 12 tahun berstatus siswa SD di antara mereka yang diaman­kan.

Setelah diperiksa, anak-anak itu mendapat pengarahan dari kepolisian. Pihaknya juga memanggil orang tua, ketua RT, hingga pihak seko­lah untuk membantu mem­beri pembinaan.

Baca Juga  Terima Kasih Cinta, Film Keluarga yang Menyayat Hati

“Setelah dilakukan peme­riksaan dan pembinaan, kami memanggil orang tua, ketua RT, dan pihak sekolah untuk membantu memberi pembi­naan dan pengarahan. Setelah itu, baru dipulangkan dan dikembalikan ke orang tuanya masing-masing,” beber Yun­li.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin meminta para pelaku tawuran diproses hu­kum agar jera.

“Agar tidak terulang kemu­dian hari, saya harap mereka diproses. Karena ini perbua­tan tidak terpuji dan melawan hukum. Tindak, biar jera!” tegas Ade Yasin.

Tak hanya itu, ia berharap pengelola pesantren menga­jak para remaja di sekitarnya mengikuti pesantren kilat di Bulan Ramadan agar terhin­dar dari pergaulan yang tidak baik atau terlibat tawuran.

”Tawuran remaja itu ber­mula dari perang sarung yang kerap terjadi di wilayah ter­sebut saat bulan puasa. Namun, beberapa remaja membawa senjata tajam da­lam perang sarung itu se­hingga membuat resah ma­syarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Antisipasi Tawuran, Cibinong Kini Punya Satgas Pelajar

Tawuran bersenjata tajam yang terjadi di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada minggu dini hari itu, viral di media sosial. Kepoli­sian dan Pol PP beserta war­ga membubarkan tawuran itu dan menciduk sejumlah re­maja.

Ade Yasin pun menginstruk­sikan Satpol PP menggalakkan patroli dan melakukan kegia­tan preventif agar ketertiban umum terjaga, khususnya pada Bulan Ramadan ini. Sebab, ia tidak ingin aksi tawuran di Jonggol kembali terjadi.

“Saya menginginkan masy­arakat merasakan aman, nyaman, dan tenang saat be­ribadah di Bulan Ramadan ini. Jangan sampai terganggu,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Nambo Nanang mengaku akan bekerja sama dengan Desa Tlajungudik mengadakan patroli malam dengan meli­batkan linmas dan Pol PP untuk mencegah aksi tawuran kembali terjadi.

”Saya sudah berkomuni­kasi dengan Desa Tlajungudik untuk bekerja sama terkait pengamanan di perbatasan dua desa dan dua kecamatan, mengantisipasi terjadi kem­bali tawuran remaja tersebut,” pungkasnya. (gus/jis/fin/feb/ run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.