Boleh Halal Bihalal tapi Dilarang Makan dan Minum

by -
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto. (IST)

METROPOLITAN.id – Perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air terus menunjukkan penurunan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kasus harian sudah turun 99 persen dibandingkan awal April lalu.

‘’Ini sudah baik. Kemarin angkanya kasus aktif di angka 60.475 dan kasus hariannya 602 dan ini sudah turun dibandingkan dengan (awal) April yang lalu itu sekitar 99 persen untuk kasus harian dan 90 persen untuk kasus aktif. Dan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) rata-rata 4 persen,’’ ujar Airlangga usai ratas evaluasi PPKM, Senin (18/4).

Kemudian, kasus aktif Covid-19 di berbagai pulau sudah turun. Airlangga memerinci, kasus aktif di wilayah Jawa-Bali turun 57 persen dan di luar Jawa-Bali turun sebesar 42 persen.

Airlangga juga menyinggung terkait kebijakan pada momen Idul Fitri mendatang. dia menyebut, acara halal bi halal harus dilaksanakan dengan prokes ketat. Selain itu, tidak ada makan-makan dan minum saat halal bihalal.

Baca Juga  OJK dan Perbankan Dukung Pembiayaan UMKM dan Sektor Informal, Menko Airlangga Beri Apresiasi

‘’Diimbau untuk tidak ada makan minum dan makan minum pun harus sesuai jarak dan tempat,’’ jelasnya.

Selain itu, dia mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri selama momen libur panjang momen Lebaran. Menurutnya, itu mengingat kondisi yang berbeda di tiap negara.

Selain itu, imbauan itu diharapkan bisa mengantisipasi penularan yang mungkin terjadi apabila masyarakat berpergian ke luar negeri. Dia mencontohkan dengan kondisi di Shanghai, Tiongkok yang memicu lockdown oleh otoritas wilayah setempat.

‘’Masyarakat diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri karena kita tahu di negara lain situasinya tidak sama dengan di Indonesia, sehingga ada potensi penularan dari luar negeri,’’ tutur Airlangga. (JP/els)

Baca Juga  PB Wushu Indonesia Peduli Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

Leave a Reply

Your email address will not be published.