BPJS Kesehatan Jadi Syarat Penerimaan Mahasiswa Baru

by -

METROPOLITAN – Badan Penyelenggara Jaminan So­sial (BPJS) Kesehatan terus merentangkan tangan untuk menambah kepesertaan. Salah satunya menjadi syarat dalam penerimaan mahasiswa baru. Hingga Selasa (12/4), sudah ada 47 universitas dan sekolah tinggi yang mensyaratkan BPJS Kesehatan aktif dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022–2023. Per­syaratan itu sebagai bentuk implementasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Keseha­tan, Iqbal Anas Ma’ruf, men­gatakan, itu merupakan stra­tegi pihaknya agar sivitas akademika terjamin keseha­tannya. Kerja sama tersebut tak hanya untuk mahasiswa, tapi juga meliputi tenaga pen­didik untuk memastikan ja­minan kesehatan tenaga didik, peserta didik dan lainnya.

Pada kesempatan lain, Di­rektur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan, presiden telah mengeluarkan instruksi yang menyangkut 30 kementerian atau lembaga dalam mengoptimalkan penyel­enggaraan program JKN-KIS. Hal ini harus disesuaikan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing kementerian dan lem­baga.

’’Instruksi ini mencakup per­guruan tinggi melalui men­teri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Diinstruk­sikan agar memastikan pe­serta didik, pendidik, dan te­naga kependidikan pada sa­tuan pendidikan telah terdaf­tar sebagai peserta JKN-KIS aktif,” ujar Ghufron.

Baca Juga  Guru SMP PGRI 1 Wajib Buat LKS

Pemerintah juga telah me­nargetkan Indonesia menca­pai Universal Health Covera­ge (UHC) sebesar 98 persen pada 2024. Hingga kemarin baru 89 persen penduduk atau 236 juta jiwa yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Pen­dekatan kepada UMKM hing­ga masyarakat menengah ke atas juga akan terus dilakukan.

Ghufron juga menyebut da­lam waktu dekat beberapa kampus akan turut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno, men­gatakan, untuk terus mening­katkan cakupan kepesertaan JKN-KIS, pihaknya senantiasa menjalin sinergi dengan pe­mangku kepentingan. Selain itu, kepesertaan JKN-KIS juga sebagai syarat persetujuan penyesuaian Uang Kuliah Tung­gal (UKT).

Di sisi lain, sejumlah kampus negeri di Surabaya juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena itu pula, beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadikan ke­pesertaan BPJS Kesehatan sebagai syarat daftar ulang mahasiswa baru (maba), se­perti di Universitas Airlangga (Unair). ’’Ini bagian dari support kami (Unair) dalam meny­ukseskan program pemerintah,” kata Rektor Unair, Prof Moham­mad Nasih. (jpg/feb/py)

Baca Juga  Persami Tutup MPLS SMAN 6 Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *