Bupati Bogor Dukung Rencana Pembatasan Bus dan Truk di Jalur Puncak

by -
Ilustrasi kendaraan menuju jalur puncak.

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin mendukung wacana Satlantas Polres Bogor yang ingin membatasi kendaraan bus atau truk ke jalur alternatif Puncak untuk mengatasi kemacetan.

Hal itu disampaikan Ade Yasin usai audiensi dengan Satlantas Polres Bogor di kantor bupati, Jumat (8/4).

Untuk itu, ia meminta instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan, Disbudpar, kecamatan dan desa wilayah setempat untuk kolaborasi membahas secara teknis menindaklanjuti rencana tersebut.

“Perlu dipersiapkan dengan matang, terutama sosialisasi ke masyarakat. Gandeng juga PHRI karena kawasan Puncak ini adalah kawasan wisata,” ungkapnya.

Satlantas Polres Bogor memang mewacanakan pembatasan kendaraan besar seperti truk atau bus yang akan masuk ke jalur wisata tersebut.

Baca Juga  Dengan DD, Kades Cidokom Kerja Keras Bangun Desa

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan, kemacetan di jalur alternatif Puncak salah satunya disebabkan oleh kendaraan bus atau truk yang lebar memaksakan masuk ke jalur alternatif Puncak.

Sementara itu, ruas jalannya tidak sebanding dengan lebarnya kendaraan tersebut.

“Perlu adanya aturan pembatasan kendaraan bus/truk ke jalur alternatif Puncak dengan memasang rambu di simpang jalur alternatif,” ujar Dicky.

Untuk itu, ia menilai perlu dibuatkan lokasi parkir khusus kendaraan bus/truk yang akan masuk ke kawasan wisata yang ada di jalur alternatif Puncak. Kemudian, menyediakan angkutan khusus dari lokasi parkir ke lokasi tujuan.

“Pembangunan lokasi parkir ini rencananya ada tujuh lokasi, yakni rest area Cilember, Taman Wisata Matahari, rest area Lembah Nyiur, lalu di rest area Anggraeni, rest area Sinbad, kemudian di Hotel Evergreen dan Gunung Mas,” tandasnya. (fin)

Baca Juga  Mobilisasi Warga Dibatasi, Libur Nataru Cukup Dirayakan Kecil-kecilan

Leave a Reply

Your email address will not be published.