Dewan Minta Pemkab Bogor Prioritaskan Penataan di Wilayah Bogor Barat

by -
Ilustrasi: kemacetan yang terjadi di depan pasar leuwiliang.

METROPOLITAN.id – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memprioritaskan wilayah Bogor barat dalam penataan di wilayah strategis.

Hal itu seiring dengan rencana Pemkab Bogor yang sedang menggas program penataan wilayah strategis di tujuh titik seperti di wilayah Citeureup, Ciawi, Cileungsi, Ciampea, Leuwiliang, Gunungsindur dan Parung.

“Kemacetan yang ada di wilayah Bogor barat harusnya menjadi perhatian khusus. Karena terjadi sudah bertahun dan belum teratasi hingga saat ini,” kata Aan.

Namun dalam penataan tersebut saat ini memprioritaskan lokasi-lokasi seperti yang berkaiatan dengan exit tol seperti exit tol Ciawi, exit tol Citeurep dan exit tol Sentul.

Baca Juga  Ini Sosok Emak-emak Terduga Kampanye Hitam Jokowi

“Dengan memprioritaskan penataan di wilayah barat nantinya akan berpengaruh kepada perekonomian masyarakat disana. Kalau wilayah perkotaan kan sudah selesai walaupun masih ada beberapa yang perlu ditata kembali,” ujar Aan.

Usai melakukan penataan di pusat kota, Pemkab Bogor kini mulai menata sejumlah wilayah lainnya. Dalam penataan kali ini Pemkab Bogor memprioritas dibeberapa pintul tol yang kondisinya cukup memprihatinkan, seperti pintul tol Citeurep dan Ciawi yang selalu menjadi titik kemacetan.

“Dari analisa yang dilakukan di pintu tol Citeurep ini kan banyak pakir bus ditepi jalan, PKL, begitu juga dengan tumpukan sampahnya. Sehingga itu memang harus segera kita benahi,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra.

Baca Juga  Lahan Taman Pancakarsa Disoal Warga

Begitu juga dengan pintul tol Ciawi yang direncanakan akan dibangun Flyover oleh pemerintah pusat, lalu ada pembangunan terimanal tipe A serta penataan simpang Ciawi yang saat ini terlihat semeraut.

“Dalam penataan kali ini kita bekerjasama dengan Jasamarga. Karena kaitan pintu keluar-masuk tol itu kewenangannya ada pada mereka,” paparnya.

Dibeberapa pintu masuk tol yang saat ini banyak ditempati oleh para PKL, lanjut Suryanto, PT Jasamarga akan kembali mengembalikannya ke fungsi hijau.

Sedangkan sibeberapa titik lainnya, menurut Suryanto, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pembangunan, seperti diwilayah perbatasan Tanggerang dimana kondisi jalannya cukup memprihatinkan, begitu juga dengan titik kemacetan yang terjadi disekitaran pasar menjadi perhatian Pemkab Bogor. (mam)

Baca Juga  Dewan Pelototi Rencana Pemkab Bogor Revisi RTRW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *