Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Bogor Gelar Bazar Ramadan 2022, Tingkatkan Dan Pulihkan Ekonomi Rakyat

by -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengadakan Bazar Ramadan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di halaman Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor selama tiga hari sejak Selasa (12/4) hingga Kamis (14/4).

KEGIATAN ini dihadiri Bupati Bogor, Ade Yasin. Dalam sambutannya, ia menuturkan bahwa Bazar Ramadan bisa menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM kembali unjuk gigi memasarkan produknya supaya bisa membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Di sini juga bisa berbelanja persiapan lebaran. Ada kue-kue kering, masakan siap saji untuk berbuka, ada produk fesyen juga. Saya kira ini adalah waktunya,” kata Ade Yasin usai meninjau seluruh gerai UMKM di Bazar Ramadan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Bazar Ramadan merupakan bagian dari peran pemerintah daerah dalam memajukan dan meningkatkan produktivitas supaya produk UMKM di Kabupaten Bogor bisa lebih maju dan memiliki daya saing di pasar nasional.

Baca Juga  Faslitias PSRABH Tidak Memadai

“Selain bazar ini, kita juga bantu memfasilitasi para pelaku UMKM dengan membuka gerai di beberapa kecamatan. Jadi, para pelaku UMKM dapat membuka tokonya sendiri yang tempatnya kita sediakan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana, menjelaskan, ada ratusan UMKM yang berpartisipasi dalam bazar tersebut dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Ada 29 koperasi yang membinanya, ditambah sebelas kecamatan yang belum ada koperasi tapi UMKM-nya ada. Total ada sekitar 200 pelaku UMKM yang hadir,” ujar Asep.

Memfasilitasi para pelaku UMKM dengan menyiapkan gerai secara gratis, tahun ini di era baru setelah adanya pandemi Covid-19, Bazar Ramadan kali ini mendapatkan dukungan dan kerja sama dengan Bank BJB.

Baca Juga  HUT ke 45 Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Gelar Acara Temu Pelanggan di 6 Kecamatan Kota Bogor

“Yang utama, kita berusaha terus bagaimana UMKM mensatuhatikan agar kita bisa mendorong UMKM Ini untuk menambah penghasilan. Diharapkan pelaku UMKM bisa menyejahterakan diri sendiri, masyarakat sekitar dan masyarakat umum,” tukas Asep.

Di sisi lain, salah satu UMKM asal Kecamatan Ciampea yang menjual produk fesyen dengan merek My Qeena dan Vasta mengaku senang dengan adanya bazar ini. Sebab, ini dapat membuka peluang besar untuk bisa memperkenalkan produknya lebih luas lagi. “My Qeena dan Vaska memiliki 300 perajin. Produksinya di Desa Tegalwaru dan Bojongrangkas. Kita menjual berbagai macam produk, seperti tas wanita, sendal wanita dan ikat pinggang,” kata koordinator UMKM Kecamatan Ciampea, Inang.

Baca Juga  12th SATU Indonesia Awards 2021 Ajak Generasi Muda Untuk Peduli Lingkungan

Produk fesyen dari My Qeena dan Vaska biasa dibanderol Rp100 ribu hingga 1 juta. Tergantung keunggulan dan kualitas bahan dan jahitannya. My Qeena dan Vaska sendiri saat ini sudah memiliki pasar yang tembus hingga pasar nasional. (far/c/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *