Harga Sembako Mulai Naik, Diperindag Bakal Gelar Operasi Pasar

by -
Ilustrasi: Dok Jawapos

METROPOLITAN.id – Untuk mengedalikan harga pangan dan sembako yang terus naik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bakal menggelar bazar ramadan dibeberapa pasar.

Kepala Disperindag Kabupaten Bogor Entis Sutisna mengatakan, hasil pemantau yang dilakukan pihaknya ada beberapa harga pangan dan sembako yang kenaikannya cukup tinggi. Sehingga untuk mengedalikan kenaikan tersebut perlu dilakukan operasi pasar dalam bentuk bazar ramadan.

“Kita selalu pantau harga-harga pangan atau sembako. Dan memang ada kenaikan dibeberapa jenis bahan pokok,” kata Entis.

Dalam operasi pasar atau bazar ramadan, Entis mengku menggandeng beberapa dinas terkait lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Sehingga kenaikan harga pangan pun bakal terus terpantau.

Baca Juga  Buntut Penangkapan Anggota PPWI, IPW Sorot Kinerja Polres Lampung

“Untuk bazar kita gelar di tiga Kecamatan, yakni Ciawi pada 20-21 April, Tamansari pada 25-26 April dan Ciomas pada 27-28 Arpil,” paparnya.

Selain itu, Entis mengaku akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar dimana banyak pedagang yang kerap menaikan harga jual, hal tersebut sekaligus untuk memastikan ketersedian komoditi menjelang lebaran. Begitu juga dengan ketersedian minyak curah di sebagian pasar yang harganya masih belum merata.

“Makanya dengan sidak dan bazar ramadan itu setidaknya bisa mengubah kondisi saat ini di pasar. Dimana yang semula harga sembako atau komoditas lainnya mahal, namun dengan adanya bazar bisa stabil,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menilai operasi pasar perlu banyak dilakukan di Kabupaten Bogor, untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, terutama jelang Idul Fitri.

Baca Juga  Ratusan Anggrek Percantik Aston Bogor

Ade mengaku telah meminta Kementerian Perdagangan untuk menggelar operasi pasar, karena dikhawatirkan harga-harga kembali naik jika waktu semakin dekat dengan lebaran, belum lagi soal kelangkaan barang.

“Antisipasi kenaikan harga, saya kira perlu diadakan gebrakan termasuk operasi pasar. Operasi pasarnya jangan langsung ke masyarakat tetapi langsung ke pedagang, jadi pedagang bisa menjual lebih murah, sehingga akan terjangkau oleh seluruh masyarakat,” kata Ade Yasin.

Kata Ade, jika operasi pasar dilakukan langsung ke masyarakat, dikhawatirkan tidak semua kebagian, namun jika digelar di pasar untuk para pedagang, Ade berasumsi maka akan bisa menambah stok serta mengendalikan harga.

“Saya harap kenaikan ini tidak berlanjut hingga jelang lebaran nanti, keinginan kami dengan masyarakat sama yaitu harga kebutuhan pokok kembali stabil. Kami ingin bagaimana caranya, operasi pasar itu langsung ke pedagang untuk menstabilkan harga supaya semuanya tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.

Baca Juga  Ada 2.767 ODGJ di Bogor, Dinsos Tingkatkan Stadar Pelayanan

“Hari ini saya melihat langsung, hasil cek harga. Terdapat perbedaan harga sebelum puasa dan saat Ramadhan ini, contohnya daging ayam dari Rp38.000 kini menjadi Rp40.000, mudah-mudahan ke depan tidak naik lagi,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.