Ikut Demo, Belasan Pelajar Diamankan Dekat Gedung DPR

by -
Mahasiswa saat longmarch menuju Gedung DPR RI untuk menggelar aksi, Senin (11/4). (Foto: Sofyansyah/Radar Bogor

METROPOLITAN.id – Belasan pelajar terpantau mengikuti unjuk rasa mahasiswa di sekitar Gedung DPR RI. Mereka pun langsung diamankan dan diminta tak mengikuti aksi.

Dikutip dari JawaPos.com, massa aksi dari mahasiswa mulai merangsek ke area depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4) siang.

Mengenakan berbagai almamater, mereka berjalan kaki dari arah Jalan Palmerah Timur menuju Jalan Gerbang Pemuda, dan berakhir di Jalan Gatot Subroto.

Peserta aksi terlihat dikawal Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dan beberapa anggotanya. Situasi pun terpantau tertib.

Meski demikian, sempat terlihat ada belasan pelajar diamankan petugas. Mereka terindikasi menyusup di antara rombongan longmarch mahasiswa.

Para pelajar ini bahkan terlihat masih memakai seragam sekolah putih abu-abu. Mereka langsung dibawa ke tepi jalan oleh petugas lalu digeledah.
Hasilnya, tidak ditemukan barang mencurigakan maupun benda berbahaya yanh dibawa para pelajar tersebut.
Namun, untuk mencegah terjadinya kerusuhan, para pelajar ini langsung diamankan, dan dìlarang mengikuti unjuk rasa.
Seperti yang diketahui, aksi massa BEM SI di Gedung DPR RI untuk meminta para wakil rakyat di Senayan menyampaikan 18 tuntutan mahasiswa kepada Presiden Jokowi.

“Ya, kedatangan kami untuk mendesak dan menuntut wakil rakyat menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab,” ujar Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Kaharuddin dalam keterangannya, Senin (11/4).

Baca Juga  Masuk Agustus, Pencemaran Sungai Cileungsi Biasanya Meningkat, Sampah Bambu Jadi PR

Menurutnya, 18 tuntutan ini terdiri dari 6 tuntutan yang dibawa BEM SI saat aksi pada tanggal 28 Maret 2022, dan 12 tuntutan lainnya berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi 21 Oktober 2021 lalu.

“Tuntutan tersebut antara lain berisi mengenai tuntutan kepada Presiden untuk bersikap tegas menolak isu penundaan Pemilu 2024, stabilitas harga bahan-bahan pokok untuk masyarakat dan UU Cipta Kerja,” tandasnya. (JawaPos.com/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.