Ingin Puasa tapi Tetap Langsing, Ini Anjuran Dokter Ahli Gizi

by -
ILUSTRASI berbuka puasa. (IST)

METROPOLITAN.id – Balas dendam makan besar saat buka puasa tidak dianjurkan karena justru akan meningkatkan berat badan, gula darah, tekanan darah dan kolesterol. Sebaliknya, orang yang berpuasa selama Ramadan diminta untuk tetap makan sesuai porsi gizi seimbang untuk menjaga kesehatan. Sehingga bonusnya, tubuh lebih langsing, bukan sebaliknya. Tak jarang seseorang justru lebih gemuk setelah berpuasa karena porsi makan yang berlebih.

Kepala ahli gizi di NMC Specialty Hospital di Al Nahda, Dubai, Fiji Antony, mengatakan pertimbangan yang cermat harus diberikan tentang cara berbuka puasa. Dia menekankan perlunya orang dengan kondisi seperti diabetes, hipertensi dan penyakit jantung dan ginjal untuk memperhatikan pola makan mereka.

“Makan makanan sehat yang baik memastikan sistem pertahanan tubuh kita diatur untuk melawan penyakit apa pun,” katanya seperti dilansir dari The National News, Minggu (17/4).

Menurutnya, puasa adalah waktu di mana seseorang dapat mengontrol kebiasaan makan, menjadwalkan rutinitas, dan menghidrasi diri sesuai kebutuhan. Mereka yang berpuasa selalu disarankan untuk mengikuti diet seimbang dan bergizi.

Baca Juga  Cerita Puasa Pertama Uus

Tips berbuka puasa dengan bijak, kepala seksi penyakit kronis di Pusat Kesehatan Masyarakat Abu Dhabi, dr. Budoor Al Shehi merekomendasikan orang-orang untuk menikmati pola makan gizi seimbang. Seperti apa misalnya?

1. Buah dan Sayuran
Cobalah untuk memasukkan berbagai makanan bergizi dari semua kelompok makanan, seperti berbagai buah dan sayuran untuk mendiversifikasi kandungan vitamin dan mineral dan mendukung kandungan nutrisi makanan.

“Mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan kolesterol tinggi dapat berpuasa tetapi harus diawasi secara ketat oleh dokter dan ahli gizi,” katanya.

Nasihat yang sama berlaku untuk warga lanjut usia dengan kondisi kronis.
Selain itu, disarankan untuk berbuka puasa jika mereka mulai menunjukkan gejala atau merasa sakit.

“Dalam hal ini, mereka perlu segera mencari perhatian dan perawatan medis,” katanya.

2. Jangan Makan Berlebihan
Dokter menyarankan orang untuk tidak makan berlebihan saat berbuka puasa dan sahur. Cobalah makan buah dan sayuran saat berbuka puasa atau sesudahnya dan pastikan tidak mengurangi jumlah nutrisi yang Anda konsumsi.

Baca Juga  Meskipun Salat Jarang Adipati Dolken Puasa Belum Bolong

“Kami merekomendasikan untuk menjaga keseimbangan antara semua kelompok makanan termasuk protein (20 persen hingga 30 persen) dan karbohidrat (45 persen hingga 50 persen). Lemak tidak boleh lebih dari 35 persen dari makanan dan harus dikonsumsi dari sumber yang sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun,” jelasnya.

3. Kurangi Gula atau Makanan dan Minuman Manis
Kurangi banyak gula selama Ramadan. Orang dengan penyakit kronis, terutama pasien diabetes harus memantau gula darah mereka secara teratur terutama setelah makan berat dan jika mereka mengalami gejala hiperglikemik.

Selain itu, minum cukup air, minuman tanpa pemanis dan buah-buahan yang menghidrasi seperti semangka dan sayuran seperti tomat dan mentimun, sangat dianjurkan. Cobalah untuk menghindari minuman berkafein. Banyak air antara buka puasa dan sahur dianjurkan untuk menjaga tubuh terhidrasi.

Baca Juga  Bawang Putih Naik, Bawang Merah Nggak

4. Buka Puasa Perlahan
Berbuka puasa setelah lebih dari 10 jam tidak makan dan minum harus dilakukan secara bertahap. Cara berbuka puasa yang tradisional dan sehat adalah makan tiga buah kurma dan minum satu atau dua gelas air. Makanan berbuka puasa harus mencakup banyak buah dan sayuran selain pilihan protein yang tepat, seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, atau ikan. Hindari makanan tinggi lemak, atau yang diproses atau tinggi gula.

“Cobalah makan perlahan dan hindari makan berlebihan,” katanya.

5. Olahraga
Untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat selama Ramadan, keseimbangan antara diet dan aktivitas fisik tingkat sedang sangat dianjurkan. Ramadan adalah kesempatan bagi banyak orang untuk menurunkan berat badan dan mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol.

“Ini adalah bulan yang membantu orang belajar disiplin dan pengendalian diri,” jelasnya. (JP/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *