Jalur Favorit Mudik Di Bogor Dipelototi

by -

H-7 Lebaran, polisi mulai siaga di sejumlah ruas jalan. Tak terkecuali di jalur lintasan mudik yang selama ini kerap dilewati para pemudik. Bahkan, Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Suntana ikut turun memantau lalu lintas jalur favorit mudik di Bogor.

SELASA (26/4), Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana me­mantau langsung kawasan Puncak untuk memastikan kesiapan pengamanan mudik dan wisata Lebaran 2022.

Didampingi Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dan jajaran, kapolda Jabar menin­jau Pos Pelayanan (Posyan) Gadog. Satu per satu, kapolda Jabar mengecek sarana dan prasarana yang ada. Mulai dari sentra pelayanan vaksi­nasi Covid-19 hingga ken­daraan dinas yang digunakan personel untuk pengamanan.

Kapolda Jabar juga meny­empatkan berinteraksi dengan masyarakat yang mengikuti vaksinasi Covid-19. Secara simbolis, ia juga berbagi ke­pada personel yang melaku­kan pengamanan.

Dalam menyambut mudik Lebaran 2022, ia mengaku pihaknya telah menyiapkan 239 pos pengamanan (pospam), posyan, dan pos terpadu. Di Kabupaten Bogor sendiri, ada 22 pospam, po­syan, dan pos terpadu.

“Seluruh kelengkapan sudah kita siapkan dalam upaya mengantisipasi lonjakan arus mudik, khususnya di wilayah Puncak ini. Terlebih setelah Hari Raya Idul Fitri ini, Puncak merupakan idola bagi masy­arakat yang akan melakukan liburan Lebaran,” ujar ka­polda Jabar.

Baca Juga  Selama Mudik, Selain Truk Sembako Dilarang Melintas

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, kapolda Jabar me­mastikan personelnya hingga kesiapan kamera pengawas atau CCTV di jalur sudah sangat baik. Selain itu, koor­dinasi antara Polres Bogor dengan Polres Kota Bogor maupun Cianjur juga dia­kuinya berjalan baik.

Dalam kesempatan itu, ka­polda Jabar juga mengimbau masyarakat yang akan me­nikmati mudik dan liburan agar menjaga kesehatan dan menyiapkan kendaraan yang digunakan.

“Saya juga mengimbau ke­pada masyarakat untuk tidak membawa beban yang ber­lebihan, baik barang ataupun orang, dan taati selalu aturan lalu lintas dengan baik untuk keselamatan kita semua,” pe­sannya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menyiagakan 1.200 per­sonel gabungan untuk mela­kukan pengamanan mudik Lebaran.

Para petugas gabungan ter­sebut nantinya akan disebar di sejumlah wilayah Kabupa­ten Bogor, khususnya di se­jumlah jalur lintasan pemudik. Sebab, ada beberapa ruas jalan di Bogor yang menjadi favorit pemudik sebagai lin­tasan.

“Salah satunya di jalur Pun­cak, Transyogi, Parung, serta beberapa yang lainnya. Se­hingga memang perlu ada pengawasan dari petugas,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.

Untuk persiapan lalu lintas, Iman mengaku pihaknya akan menyesuaikan dengan situ­asi di lapangan. Sebab, kon­disi di masing-masing jalan berbeda. Seperti di kawasan Puncak yang diprediksi ada peningkatan volume ken­daraan.

Baca Juga  Polisi Amankan 4 Remaja Bogor Pelaku Begal Sadis, Salah Satunya Perempuan

“Jadi secara situasional akan berkembang sesuai situasi yang terjadi pada hari tersebut. Diskresi lalu lintas akan kita lakukan menyesuaikan situ­asi di lapangan,” ujarnya.

Ia meminta untuk kenya­manan, kelancaran, dan kea­manan mudik Lebaran, se­gala pengerjaan infrastruktur seperti pengerjaan dan per­baikan jalan harus sudah selesai sebelum pelaksanaan mudik. Sehingga, pada H-10 Lebaran sudah tidak boleh ada pengerjaan.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menilai pengama­nan mudik Lebaran 2022 tidak cukup diserahkan kepada personel pengamanan, me­lainkan butuh dukungan ma­syarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Saya imbau para pemudik untuk menjaga diri dan men­jaga bawaannya. Atur kapa­sitas penumpang di setiap kendaraan, jangan terlalu over kapasitas karena dapat me­nyebabkan rawan kecelakaan,” imbau Ade Yasin.

“Kita juga sudah siapkan 20 posko yang dilengkapi layanan vaksinasi bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi maupun booster agar masy­arakat sehat dan aman dari penularan Covid-19 selama mudik,” imbuhnya.

Di Kota Bogor, jajaran Pol­resta Bogor Kota membuat parameter volume kendaraan yang masuk wilayah Kota Bo­gor dengan tiga warna bende­ra. Bendera tersebut akan terpasang di selepas Gerbang Tol (GT) Bogor.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan menga­takan, ketiga warna bendera yang akan dipasang yaitu hijau, kuning, dan merah. Fungsinya sebagai parameter petugas apabila ada pening­katan volume kendaraan yang keluar dari GT Bogor.

Baca Juga  Kondisi Jalur Puncak Masih Ramai Lancar, Diprediksi H+1 Mulai Padat

”Jadi kalau batas kendaraan antre di hijau, itu masih aman. Masih bisa normal semuanya. Kalau sudah batas kuning, berarti nanti sudah ada jalur yang diantisipasi untuk ditutup atau dialihkan,” terang Ferdy.

Sedangkan, apabila antrean kendaraan sudah mencapai bendera merah, artinya pe­tugas harus sudah melakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa itu bisa dengan pengalihan arus atau yang lainnya.

”Jadi kalau keluar Tol (GT Bogor, red) kendaraan itu sudah macet, itu sudah diin­dikasi merah. Berarti jalur sudah harus ke kanan (arah Ekalokasari, red). Nggak bo­leh langsung ke kiri (Tugu Kujang, red). Jadi kalau dari Tugu Kujang nggak boleh be­lok kanan, harus lurus dulu. Seperti itu kira-kira rekaya­sanya,” ungkapnya.

Di samping itu, tambah Ferdy, prediksi puncak kepa­datan di wilayah Kota Bogor baru akan terjadi H+Lebaran. Sebab, Kota Bogor sedianya bukan jalur utama mudik, tetapi lebih kepada jalur wi­sata.

”Kita perkirakan (puncak kepadatan, red) Lebaran ke­dua itu ketika orang wisata, orang silaturahmi. Bukan H-Lebaran. Karena di sini bukan jalur mudik tapi jadi tujuan wisata orang mau ke Puncak, Kebun Raya, wisata kuliner. Itu prediksi ya,” pungkasnya. (mam/fin/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *