Jelang PTM 100 Persen, Capaian Vaksin Booster Guru di Kota Bogor Baru 64 Persen

by -
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) berencana untuk membuat sentra vaksin booster bagi guru dan tenaga kependidikan di Kota Bogor. Musababnya, capaian vaksin booster untuk guru dan tenaga kependidikan masih sekitar 64 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi. Ia mengatakan bahwa Disdik akan menggandeng Dinkes untuk membuat sentra vaksin booster bagi guru dan tenaga kependidikan. Hanya saja, pihaknya belum menentukan di mana sentra vaksin tersebut.

Sejauh ini, kata dia, capaian vaksin booster untuk guru dan tenaga pendidik baru sekitar 64 persen.

“Untuk sekarang masih manfaatkan sentra vaksin yang ada, di wilayah atau yang digelar kepolisian. Vaksin booster untuk guru masih banyak yang belum, hitungan kita masih ada 64 persen (yang booster). Makanya kami bareng Dinkes akan bikin lagi sentra vaksin booster (untuk guru). Cuma kita belum tentukan tempatnya,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di SDN Polisi 4 Kota Bogor, Jumat (22/4).

Baca Juga  Sengketa Plaza Bogor, Pemkot Diminta Bayar Ganti Rugi Rp69 Miliar

Namun dari pantauan ke berbagai sekolah, sambung dia, rata-rata guru dan tenaga kependidikan yang belum mendapat vaksin booster hanya sekitar 2 sampai 3 orang.

“Kenapa begitu? karena banyak juga guru dan tenaga pendidik yang sudah vaksin booster di wilayah-wilayah, nah ini yang tidak terdeteksi oleh kita. Tapi sesuai program pemerintah, kita akan berupaya untuk kejar target vaksin tersebut,” tandasnya.

Secara umum, kata Hanafi, capaian vaksinasi guru dan tenaga pendidik di Kota Bogor sudah diatas 80 persen. Artinya, Kota Bogor sudah diperbolehkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Namun, pihaknya lebih memilih untuk opsi menggelar PTM 50 persen dan baru akan melaksanakan PTM 100 persen pada tahun ajaran baru yang akan datang.

Baca Juga  Ya Allah... Saya Kira Bom

“Indikator pelaksanaan PTM itu bukan vaksin anak, tapi vaksin Guru, Tenaga Kependidikan dan Lansia, jadi (vaksin anak) bukan hitungan. Dalam konteks itu, kita sudah 80 persen. Artinya kita bisa PTM 100 persen, tapi saya lapor pak wali koat untuk adaptasi dulu PTM 50 persen sebelum nanti kita PTM 100 persen pada tahun ajaran baru nanti,” tukas mantan kepala Bappeda Kota Bogor itu.

Dari informasi yang dihimpun, data capaian sementara vaksin booster bagi pendidik yakni RA 37,50 persen dan PAUD 41 persen.

Lalu untuk guru SD baru 62 persen, guru MI 39 persen, guru SMP 77 persen, guru MTS 37 persen, guru SMA 67 persen, guru MA 42 persen, dan SLB 52 persen.

Baca Juga  Soal SMP Kreativa, Dewan : Bangun Dunia Pendidikan Jangan Kangkangi Aturan Dong..

Wali Kota Bogor Bima Arya pun meminta Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Kemenag Kota Bogor untuk meningkatkan vaksin booster di MI, MTS dan MA yang mana angkanya masih sangat rendah.

“Secara keseluruhan vaksin booster bagi guru baru 64 persen dan kita hanya punya waktu sembilan hari untuk menggenjot ini, sehingga paling tidak bisa mencapai diatas 90 persen untuk tenaga pendidik,” ujarnya.

Ia pun menargetkan di 25 April nanti vaksin booster untuk seluruh masyarakat Kota Bogor mencapai 50 persen untuk mengantisipasi dampak arus balik mudik.

Pasalnya, pasca-Lebaran banyak arus masuk ke Kota Bogor yang sangat mungkin membawa virus dari daerahnya masing-masing.

“Itu dasar pemikirannya, agar semua bisa dilindungi tidak hanya yang mudik saja,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.