Kurikulum Merdeka Bisa Tingkatkan Mutu Pendidikan

by -

METROPOLITAN – Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menyebut­kan, perubahan paradigma kurikulum merupakan salah satu kebijakan kementerian. Melalui program ini diharap­kan tercapai cita-cita Mer­deka Belajar untuk mewu­judkan pendidikan berkua­litas.

Anindito menjelaskan, ter­dapat dua dimensi dalam upaya mewujudkan cita-cita tersebut melalui Kurikulum Merdeka, yaitu dimensi kua­litas dan keadilan. “Pada dimensi kualitas, kita ingin memastikan agar semua anak, semua peserta didik, menda­patkan pengalaman belajar yang membuat mereka bisa memiliki karakter dan kom­petensi yang diperlukan un­tuk menghadapi masa depan­nya. Inilah definisi pendidi­kan yang berkualitas,” kata Anindito kepada wartawan, Kamis (28/4).

Untuk dimensi keadilan, Kemendikbudristek ingin memastikan bahwa kesem­patan mendapatkan pendi­dikan berkualitas dapat di­berikan secara adil kepada semua anak. Terlepas dari latar belakang sosial, eko­nomi, budaya, atau di mana mereka tinggal. Oleh karena itu, kebijakan Merdeka Belajar mempunyai nuansa atau si­fat asimetris.

Baca Juga  Guru Besar UPI: Kurikulum Merdeka Diambil dari Inggris

“Kita ingin memberi target, intervensi dan program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Jadi program-program yang kita rancang itu tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan intervensi­nya, tapi justru untuk mem­beri ruang bagi intervensi yang kontekstual,” jelasnya. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.