Nggak Kapok-Kapok, Puluhan Pengemis dan Gelandangan di Kota Bogor kembali Terjaring Razia Satpol PP

by -
Puluhan gelandangan hingga pengemis terjaring petugas gabungan di Kota Bogor. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Menjelang Idul Fitri, Kota Bogor kembali ‘dikepung’ oleh gelandangan hingga pengemis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun melakukan razia gabungan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di beberapa jalan protokol Kota Bogor, Rabu (20/4) malam.

Bahkan, dari operasi gabungan yang dilakukan Satpol PP hingga Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor tersebut, banyak yang pernah terjaring dan sudah pernah ditindak lanjuti oleh Dinsos.

Tak kurang dari 22 gelandang, pengemis hingga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) terjaring operasi di beberapa jalan seperti Jalan Suryakencana, Jalan Otista dan Jalan Pajajaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar.

Baca Juga  SMPN 9 Wajibkan Siswanya Sanlat

“Kegiatan malam ini gabungan Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Bogor dengan terkait penjangkaun PPKS di Kota Bogor,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/4).

Foto:Fadli/Metropolitan

Ia menambahkan, sebanyak 22 PPKS terjaring dari beberapa jalan yang dilintasi, mulai dari Jalan Suryakencana, Otista dan Jalan Pajajaran.

Menurutnya, kebanyakan PPKS yang terjaring dari luar Kota Bogor.

“Yang terjaring PPKS ini ada yang sudah lama beroperasi bahkan sudah ada yang ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial,” ujarnya.

“Ada yang sudah dipulangkan kerumahnya namun masih kedapatan beroperasi di Kota Bogor,” imbuh Andry Sinar Wahyudianto.

Mantan lurah Pabaton itu menjelaskan, kegiatan ini menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 Tahun 2021 pasal 9, yang menyebutkan setiap orang dilarang untuk membuat tempat tinggal sementara, bertempat tinggal, tidur di trotoar maupun pinggir jalan.

Baca Juga  Harga Daging Ayam Mulai Meroket

“Setelah penertiban oleh Satpol PP Kota Bogor dan ditindak lanjuti Dinas Sosial Kota Bogor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Dimas Tiko menuturkan, dari 22 orang yang terjaring diantaranya merupakan gelandangan, pengemis bahkan ada yang ODGJ.

Mantan sekretaris Kecamatan Bogor Selatan ini menyebutkan bahwa patroli ini menjadi indikator masih perlunya tindakan lanjutan. Misalnya seperti yang terjaring merupakan warga luar Kota Bogor.

“Selanjutnya akan di assessment oleh Dinas Sosial dan dikordinasikan dengan Dinas Sosial wilayah setempat,” tuntas Dimas Tiko. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *