Pelajar Dilarang Ikut Demo di Gedung DPR, Ini Kata LBH

by -
Sejumlah pelajar terjaring petugas saat akan mengikuti unjuk rasa ke Jakarta di Stasiun Bogor, Senin (11/4). (Ist)

METROPOLITAN.id – Sejumlah pelajar diadang saat akan mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI, Senin (11/4). Kondisi ini pun direspon Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Street Lawyer.

Lawyer dari LBH Street, Hujjatul Baihaqi mengatakan, sejak zaman pra-kemerdekaan, sejarah telah mencatat keterlibatan para pelajar dalam aksi-aksi penyampaian pendapat di muka umum, bahkan dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Menurutnya, golongan pelajar merupakan bagian dari warga negara yang harus dilindungi hak konstitusionalnya. Tidak ada satu aturanpun yang melarang pelajar untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum.

“Sehingga penghalangan yang dilakukan terhadap para pelajar yang akan mengikuti aksi penyampaian pendapat di muka umum hari ini adalah perampasan terhadap hak konstitusional warga negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Ssnin (11/4).

Baca Juga  Buntut Demo Rumpin, Muspida Turun ke Lokasi

Ia mengatakan, pihak-pihak yang menghalangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum adalah merupakan tindak pidana kejahatan, sebagaiamana ketentuan Pasal 18 UU No. 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Di pasal tersebut dijelaskan bahwa barangsiapa dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan undang-undang dipidana dengan pidana penjara palilng lama satu tahun.

“Kami mengimbau kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan tugasnya, yakni bertanggung jawab memberikan perlindungan terhadap pelaku atau peserta penyampaian pendapat di muka umum serta bertanggung jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum sebagaimana diamanatkan UU nomor 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, bukan malah menghalau para peserta unjuk rasa,” ungkapnya.

Baca Juga  Wah, Terduga Provokator Pengeroyokan Ade Armando Juga Sudah Ditangkap, Ini Identitasnya

Selain itu, pihaknya menghimbau kepolisian untuk melakukan tindakan yang humanis dan menghargai hak asasi warga negara dalam menjalankan tugasnya dalam menjaga aksi unjuk rasa atau demonstrasi hari ini.

Sebelumnya, di Kota Bogor, Satgas Pelajar mengamankan belasan pelajar tingkat SMA yang ditengarai akan mengikuti unjuk rasa di Jakarta. Mereka diamankan saat hendak menaiki KRL di Stasiun Bogor, Senin (11/4).

Para pelajar ini selanjutnya diboyong ke SMP Taruna Andigha untuk dilakukan pendalaman.

Satgas Pelajar Kota Bogor yang juga Kepala SMP Taruna Andigha, Aldilah Rahman mengatakan, dari keterangan yang didapat, para pelajar membenarkan mereka akan ke Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa bersama mahasiswa.

“Betul. Mereka sudah mau berangkat. Dilihat dari bukti percakapan WhatsApp (WA). Dan pengakuan mereka betul lihat dari teman teman sekolah lain melalui medsos dan lainnya. Ada juga yang tidak mengaku. Dan akhirnya mengaku semua,” jelasnya.

Baca Juga  Demo BEM SI di Jakarta, Mahasiswa Mulai Berdatangan

Mereka lalu didata dan dipanggil masing-masing pembina sekolahnya, untuk selanjutnya diserahkan kepada orang tuanya.

Belasan pelajar juga terpantau mengikuti unjuk rasa mahasiswa di sekitar Gedung DPR RI. Mereka pun langsung diamankan dan diminta tak mengikuti aksi.

Dikutip dari JawaPos.com, massa aksi dari mahasiswa mulai merangsek ke area depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4) siang.

Sempat terlihat ada belasan pelajar diamankan petugas. Mereka terindikasi menyusup di antara rombongan longmarch mahasiswa.

Para pelajar ini bahkan terlihat masih memakai seragam sekolah putih abu-abu. Mereka langsung dibawa ke tepi jalan oleh petugas lalu digeledah.
Hasilnya, tidak ditemukan barang mencurigakan maupun benda berbahaya yang dibawa para pelajar tersebut.
Namun, untuk mencegah terjadinya kerusuhan, para pelajar ini langsung diamankan, dan dìlarang mengikuti unjuk rasa. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.