Pemerintah Kota Bogor Punya Program Berantas Buta Aksara Al Quran, 1500 Guru Ngaji di Diwisuda

by -
wisuda guru ngaji dalam program Bogor Mengaji di Kota Bogor

METROPOLITAN – Program pengentasan buta aksara Al Quran serentak di 68 kelurahan di Kota Bogor yang diselenggarakan di GOR Indor Pajajaran dihadiri 3000 santri dan 1500 masyarakat di enam kecamatan. Ada 1500 peserta dalam kegiatan Bogor Mengaji yang diwisuda dengan dihadiri seluruh pimpinan muspida Kota Bogor dan didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Dr. KH. Ade Sarmili yang juga inisiator dalam program Bogor Mengaji.

Muspida Kota Bogor menghadiri kegiatan Bogor Mengaji

Kyai Ade sapaan karibnya menerangkan, kegitan puncak Bogor Mengaji ini diisi dengan khotaman quran yang dibagi menjadi enam kelompok. Tak hanya itu, kegiatan juga disi dengan pembacaan ratib haddad dan mahallu qiyam, marhaba dan maulid Diba.

Baca Juga  Bima Arya Rombak Ratusan Pejabat Pemkot Bogor, Dua Jabatan Camat Berganti Wajah

“Kami ingin mempersiapkan metode yang sama dalam mengajarkan baca al quran melalui metode tilawati kepada masyarakat dan generasi pemuda di Kota Bogor,” kata Kyai Ade Sarmili yang juga ketua Tim Pengendali Mutu, (19/04).

Bahkan, program ini dikhususkan untuk membangun yang sama dalam melakukan pendekatan dan strategi pembelajaran baca Al-Qur’an dengan methoda tilawati. Sehingga bisa memyamakan semangat dan ruhul jihad yang sama dalam mengajarkan baca Al-Qur’an kepada masyarakat.

“Kedepan kita akan membuat rencana tindak lanjut dari komitmen ke Imanan dan Dakwah risalah Islam, sebagai sebuah usaha bersama dalam memberantas buta aksara al qur’an di Kota Bogor,” tegas Kyai Ade Sarmili.

Dukungan program Bogor Mengaji ini pun terus mengalir dari seluruh elemen masyarakat di Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa program ini dibentuk untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an.

Baca Juga  Penduduk Bogor Berkurang, Pengangguran Meroket

“Dalam program ini nanti kita akan masuk bukan hanya orang tua atau lansia, tapi ke anak-anak muda juga,” ucapnya.Menurut Bima, yang mengikuti program ini lebih banyak dari kalangan orang tua.

Untuk tahun depan, rencananya akan lebih banyak menggaet anak-anak muda.

Bima Arya mengungkapkan bahwa dalam program ini, ingin ada komitmen anggaran untuk dikuatkan kembali.

“Mudah-mudahan ada komitmen anggaran yang akan dikuatkan nanti dengan dewan dewan disini, supaya ada angkatan kedua tahun depan,” katanya.

beginilah suasana kegiatan Bogor Mengaji

Ketiga program ini dibuka, antusiasnya sangat terlihat dengan 2040 santri yang mendaftar saat itu.Angka tersebut ternyata alami penurunan hingga wisuda saat ini menjadi 1500 santri. Penurunan angka tersebut, disebabkan karena keterbatasan pengajar dan biaya yang dibatasi. Bima mengatakan, bahwa bila pengajarnya lebih banyak dan ditambah biayanya, maka akan lebih banyak lagi pesertanya.

Baca Juga  Boncengan Bertiga, "Cabe-cabean" Tewas Nabrak Trotoar

“Para pengajar ini koordinasi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), banyaknya ustadz ustadz yang diberdayakan ini dari jaringan pesantren dan DMI,” jelasnya.Untuk targetnya sendiri, pada tahun ini dihitung 30 orang per kelurahan di Kota Bogor, yang di mana terdapat 15 santri perempuan dan 15 santri laki-laki.

Setelah wisuda ini, target untuk tahun depan pun masih sama dengan tahun ini, karena masih dianggap belum maksimal.(eka)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.