Penurunan Pangkat Hingga Pemberhentian Tidak Hormat, Sanksi bagi ASN yang Terciduk Terima Bingkisan

by -
Ilustrasi

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin memang telah melarang Apatur Sipil Negara (ASN) di lingungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menerina parcel atau bingkisan saat momentum lebaran.

Walaupun Hari Raya Idul Fitri memang identik dengan pemberian parsel atau bingkisan. Sebab, hal tersebut sudah diatur oleh pemerintah pusat yang tertuang dalam surat ederan. Sehingga pihaknya harus menjalankan aturan tersebut.

“Soal itu, sudah ada larangannya dari pemerintah pusat, sehingga kita harus menjalakannya,” kata Ade Yasin.

ASN dilarang menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja termasuk parsel Lebaran dari siapapun yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaannya.

“Jelas itu ada larangannya juga bagi ASN untuk menerima parcel atau bingkisan. Jadi kia ikuti saja aturan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Baca Juga  Tim Kampanye Akan Update Kondisi Hillary Clinton yang Menderita Pneumonia

Sementara itu, Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengatakan, ASN tidak boleh menerima hadiah Lebaran seperti parsel dari siapapun yang ada hubungannya dengan pekerjaan. Pasalnya hal itu masuk dalam gratifikasi.

“Seharusnya ASN tidak boleh menerima gratifikasi apapun bentuknya, baik besar maupun kecil. Termasuk parsel, yang namanya gratifikasi itu dilarang,” katanya.

Bagi ASN yang sudah terlanjur terima parsel Lebaran, harus melapor ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang terdapat dalam setiap Kementerian/Lembaga.

“Sebaiknya dilaporkan ke unit pelaporan gratifikasi, di setiap kantor seharusnya ada,” kata dia.

Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN. Pada Pasal 4 angka 8 dinyatakan, ASN dilarang menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya.

Baca Juga  Pengadaan Batik ASN Pakai Duit Pribadi

“Kalau keluarga mau ngasih apa saja ya boleh. Anaknya ke orang tuanya atau sebaliknya, suami ke istri atau sebaliknya,” jelasnya.

Jika ASN terciduk terima parsel Lebaran, maka dapat dijatuhkan hukuman disiplin berat. Dalam pasal 7 disebutkan jenisnya bisa berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun; pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah; pembebasan dari jabatan; pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai ASN; dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai ASN. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *