Perang Klakson Warnai Aksi Demo Mahasiswa di Istana Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa HMI Cabang Kota Bogor di Istana Bogor diwarnai perang klakson pada Selasa (12/4) pukul 17:44 WIB.

Sejumlah pengendara baik roda dua maupun empat yang melintas di sepanjang Jalan Djuanda, seputaran Sistem Satu Arah (SSA) membunyikan klakson secara berbarengan karena jalan yang hendak dilewati mereka ditutup imbas aksi demonstrasi yang dilakukan.

Pantauan Metropolitan.id di lokasi demonstrasi, tepatnya di Bakorwil Jabar di Jalan Djuanda, sejumlah kendaraan sudah menumpuk di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor sekitar pukul 17:40 WIB.

Di mana, sebelumnya Jalan Djuanda tepatnya di depan Balai Kota Bogor ini tidak bisa dilalui kendaraan karena di depan Pos Polisi di Jalan Djuanda ditutup petugas kepolisian dan pengendara diarahkan ke Jalan Kapten Muslihat sejak pukul 16:00 WIB.

Baca Juga  Tak Kalah Menarik! Ini 4 Destinasi Wisata Alternatif di Sekitar Bogor

Namun tiba-tiba, kendaraan yang sudah menumpuk di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor itu bisa melewati penyekatan hingga merangsek masuk di belakang barisan para demonstran.

Tak sampai situ, pengendara yang sudah berada di belakang barisan para demonstran kemudian membunyikan klakson kendaraannya dengan harapan dapat melintasi lokasi demonstrasi tersebut.

Adu argumen sempat terjadi. Namun, suasana berhasil direda setelah seorang perwakilan mahasiswa menenangkan rekan-rekannya, melalui pengeras suara dari mobil komando yang dibawa.

Tak lama, petugas kepolisian pun membuka sebagian pagar kawat besi untuk mempersilahkan para pengendara bisa melintas dan keluar dari tempat aksi demonstrasi.

Sedangkan, para mahasiswa tetap berada di sebagian jalan, sembari melakukan orasi hingga menunggu perwakilan Istana Bogor datang, untuk menyerahkan sembilan tuntutan yang ingin disampaikan ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Baca Juga  Sempat Kena Rasionalisasi Rp10 M, Jatah Anggaran RTLH Kota Bogor Batal Dipangkas

Sementara, untuk saat ini kondisi arus lalulintas sudah berlangsung lancar. Kelancaran terjadi setelah para mahasiswa menyerahkan tuntutannya ke perwakilan Istana Bogor dan membubarkan diri sekitar pukul 18:15 WIB.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori menilai ada kejanggalan dari kejadian para pengendara yang bisa masuk ke lokasi aksi demonstrasi.

Sebab, kemacetan terjadi setelah waktu 30 menit yang diberikan kepada pihaknya untuk menunggu perwakilan Istana Bogor terlewati.

“Awalnya kita dikasih waktu 30 menit untuk menunggu orang Istana, ketika sudah lewat 35 menit tiba-tiba datang kemacetan,” katanya.

“Kemudian orang Istana tadi hilang dan baru pada saat mau buka puasa orang Istana datang. Saya kira itu bukan hal yang tidak sengaja, pasti direncanakan,” ujar dia.

Baca Juga  Ini Jawaban Dewan soal Hasil Plesiran ke Italia

Disisi lain, setelah menyerahkan sembilan poin tuntutan ke perwakilan Istana Bogor, Ketua Umum HMI Cabang Bogor, Muhammad Riaz Syarifqi meminta Presiden Jokowi agar segera merealisasi sembilan tuntutan yang disampaikan pihaknya.

“Kami berharap secepatnya, tentu kami akan melaksanakan aksi berikutnya apabila tidak digrubis sembilan permohonan kami,” kata Riaz.

“Kalau sembilan kebijakan tidak berubah kita akan siap mengkonsolidasikan semua organisasi kemahasiswaan yg lainnya untuk kembali melakukan aksi,” saut Sofwan. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.