Polisi Buru dua DPO Pelaku Penyerangan Kelompok Remaja di Karadenan

by -

METROPOLITAN.id – Polsek Cibinong mengamankan 15 remaja pelaku penyerangan di Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Namun, polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang masih buron alias masuk daftar pencarian orang (DPO).

Aksi penyerangan ini terjadi pada Jumat (09/4) lalu dan viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, sekelompok remaja nampak sedang nongkrong di depan salah satu minimarket.

Namun secara tiba-tiba, sekelompok remaja lain datang dengan iring-iringan sepeda motor. Mereka langsung menyerang remaja yanh sedang nongkrong menggunakan stik golf hingga senjata tajam.

Kepolisian pun tak tinggal diam. Kasus penyerangan tersebut langsung diselidiki. Hasilnya, 15 remaja berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cibinong

Baca Juga  Kota Bogor Krisis Guru Agama

Kapolsek Cibinong, AKP Adhimas Sriyono Putra mengungkapkan, dari total 15 remaja yang diamankan, tiga di antaranya sudah menginjak usia dewasa. Sementara yang lainnya masih berstatus anak di bawah umur.

Adhimas menceritakan, kejadian tersebut berawal dari adanya sekelompok remaja yang nongkrong di sebuah minimarket dengan niat membangun sahur.

Sekira pukul 02.00 WIB, datang sekelompok remaja yang langsung melakukan penyerangan dan perampasan. Akibat kejadian tersebut, beberapa remaja menjadi korban luka-luka.

“Dari pengungkapan ini pun berhasil kita amankan barang bukti berupa satu buah stik golf dan satu buah celurit yang digunakan para tersangka,” ujarnya.

Selanjutnya, pelaku penyerangan yang masih di bawah umur diberikan pembinaan dan diserahkan ke orang tuanya disaksikan tokoh masyarakat dan pihak sekolah.

Baca Juga  Abdul Djaya Gencarkan Sadar Hukum

Sementara tiga pelaku lainnya yang telah berusia dewasa diperiksa lebih lanjut dan akan diproses secara hukum.

“Saat ini kami pun masih terus melakukan pengejaran terhadap dua orang tersangka lainnya yang hingga saat ini masih berstatus DPO,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.