Sempat Nggak Ngaku Mau Ikut Unjuk Rasa ke Jakarta, Belasan Pelajar Terjaring Patroli Satgas Kota Bogor

by -
Satgas Kota Bogor melakukan pemeriksaan pelajar yang diduga hendak ikut unjuk rasa Jakarta di halaman sekolah Taruna Andigha, Senin (11/4). (IST)

METROPOLITAN.id – Satgas Pelajar Kota Bogor mengamankan belasan pelajar tingkat SMA yang ditengarai akan mengikuti unjuk rasa di Jakarta, Senin (11/2). Para pelajar diamankan saat hendak menaiki KRL di Stasiun Bogor.

Diketahui, para pelajar tersebut berasal dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Setelah diamankan, para pelajar diboyong ke SMP Taruna Andigha untuk dilakukan pendalaman.

Satgas Pelajar Kota Bogor yang juga Kepala SMP Taruna Andigha Aldilah Rahman mengaku dari keterangan yang didapat, para pelajar membenarkan 18 orang tersebut akan ke Jakarta untuk mengikuti unjuk rasa bersama mahasiswa.

“Betul. Mereka sudah mau berangkat. Dilihat dari bukti percakapan WhatsApp (WA). Dan pengakuan mereka betul lihat dari teman teman sekolah lain melalui medsos dan lainnya. Ada juga yang tidak mengaku. Dan akhirnya mengaku semua,” jelasnya.

Baca Juga  Evaluasi Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Pertama, Masih Sepi Tak Ada Kendala

Pelajar yang diamankan berasal dari beberapa daerah di Kabupaten Bogor, seperti dari Ciampea, Cisarua hingga Leuwiliang. Ada juga pelajar yang berasal dari Parungkuda, Sukabumi.

“Mereka dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor Ikbal menuturkan bahwa sebanyak 18 pelajar yang diamankan, dengan satu orang diantaranya merupakan pelajar perempuan.

Selain itu, pihaknya juga mendapati tiga orang bukan pelajar yang ikut diamankan dalam rombongan yang dicurigai bakal berangkat ke Jakarta.

“Mereka pelajar dari Kabupaten Bogor, ada juga yang berasal dari Sukabumi. Rombongan itu kita amankan ketika hendak naik KRL di Stasiun Bogor, menuju Jakarta,” katanya.

Baca Juga  Ronaldo Enggan Remehkan Lawan

Ia menjelaskan, Satgas Kota Bogor sudah melakukan patroli sejak Jumat pekan lalu dengan memperketat patroli pada Senin (11/4). Dengan fokus pada beberapa titik seperti di Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang

Saat ini mereka didata dan dipanggil masing-masing pembina sekolahnya, untuk selanjutnya diserahkan kepada orang tuanya.

“Kami panggil pembina sekolahnya untuk yang statusnya pelajar, tapi untuk tiga orang di luar pelajar kami serahkan ke Polresta,” tandasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.