Seni Grafis Theresia Agustina Lampaui Batas

by -

METROPOLITAN – Perupa seni gra­fis asal Jogjakarta, Theresia Agustina Sitompul, eksis berkarya lebih dari dua dekade. Lewat berbagai teknik seni grafis yang dibuat, karya-karyanya mampu melampaui batas dan tak bi­asa.

Di ruang seni anak UOB Museum MACAN, perempuan yang akrab disa­pa Tere itu tengah memamerkan pa­meran tunggal berjudul Kembara Biru. Dalam karya tersebut, ia menampilkan teknik cetak karbon dan material kar­bon yang biasanya ada dalam buku-buku invoice. Menggunakan cetak karbon sudah dipakai Tere sejak 2011, saat itu dia mengakui keadaan yang membuatnya memakai material terse­but.

”Saya harus berkarya dan menjaga anakku. Akhirnya mencari solusi, ka­rena saya kan orang seni grafis ya. Bia­sanya ketika membuat karya ada peng­asaman dan itu tidak ramah untuk anak,” terang Tere saat ditemui di Museum MACAN Jakarta, baru-baru ini. Cetak karbon, lanjut dia, biasanya ditemukan ketika seorang penjahit membuat po­la untuk busananya. Atau karbon yang ada di dalam buku-buku invoice.

Bermula dari satu kaos lalu berkembang ke material lainnya. Karbon pun men­jadi cetak alternatif baginya ketika berkarya. ”Saya bisa mengerjakan itu di rumah sambil menjaga anak saya. Bukan karena spesifikasi, karena se­buah keadaan harus kreatif dan ber­kreasi. Sekarang malah lebih ber­kembang,” katanya.

Baca Juga  Rizky Febian Ngarep Nikahi Anya Geraldine

Evolusi menggunakan cetak karbon juga bisa digunakan untuk pencinta seni anak-anak. Menurut Tere, itu ada­lah hal sederhana yang bisa dipakai di mana pun. Hal itulah yang juga coba diaplikasikan oleh tim edukasi Mu­seum MACAN dengan membuat cetak karbon di ruang seni anak. ”Ini cetak sederhana ya. Gosok, tempel, lalu go­sok lagi,” balasnya.

”Di material sehari-hari juga sebenar­nya seni grafis juga bisa diaplikasikan. Misalnya saja ubi, kentang atau bonggol sawi dipotong-potong lalu dikasih tinta dan cat. Dibuat pola repetitif yang sederhana. Itu jadi fun print,” tambah Tere. Dengan berbagai cara itu, seha­rusnya membuat karya seni itu sudah tidak ada batasnya.(dtk/eka/py)

Baca Juga  Vicky Prasetyo Didakwa Pasal Berlapis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *