Unjuk Rasa Tolak Jokowi Tiga Periode di Bogor Terus Berlanjut, Giliran Mahasiswa UIKA Ontrog Istana Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Setelah aksi mahasiswa BEM se-Bogor Raya menolak perpanjangan masa jabatan presiden serta penundaan di depan Istana Bogor, pada Jumat (8/4), giliran mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Ibn Khaldun mengontrog Istana Bogor, Sabtu (9/4).

Mahasiswa yang diperkirakan berjumlah hingga ratusan itu mengenakan almamater hijau UIKA, sembari membawa spanduk.

Para mahasiswa terlihat konvoi dari kampus mereka di Jalan Sholeh Iskandar dan long march menuju Istana Bogor.

Sesampai di Jalan Jenderal Sudirman dekat Denpom III/1 sekira pukul 16:00 WIB, para mahasiswa terhadang barikade polisi yang menggunakan kawat berduri

Dalam orasinya, para mahasiswa UIKA menyuarakan beberapa tuntutan diantaranya mereka memprotes keras kebijakan pemerintah dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga  Bupati Bogor Keberatan PPKM Darurat Diperpanjang Enam Minggu Kedepan

Kemudia, para mahasiswa menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, dan penundaan pemilu serta wacana tiga periode.

“Kami menolak wacana tiga periode Presiden Jokowi,” kata mahasiswa saat berorasi.

Unjuk rasa sempat diwarnai aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian saat mahasiswa UIKA mencoba merangsek masuk dengan menerobos barikade kawat berduri.

Sejumlah mahasiswa mencoba menembus barikade dengan menendang kawat berduri. Namun situasi tersebut tak berlangsung lama.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa se-Bogor Raya menggeruduk Istana Bogor pada Jumat (8/4). Para mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Bogor Menggugat Istana itu sebelumnya berkumpul di Tugu Kujang sekitar pukul 15:00 WIB.

Kemudian, mereka melakukan aksi long march dari Tugu Kujang arah ke Istana Bogor. Namun, langkah mereka terhenti karena petugas kepolisian sudah berjaga di Pintu 3 Istana Bogor, tepatnya di Jalan SSA sekitar 15:40 WIB.

Baca Juga  Kelakuan 14 Pria Homo di Dua Kamar Hotel di Surabaya

Adapun, isi tuntutan para mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Bogor Menggugat Istana itu diantaranya, menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.

Lalu, menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana 3 periode.

Kemudian, menuntut dan mendesak segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.

Seterusnya, menuntut dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Ini Kronologi 7 Ekor Sapi di Kota Bogor Suspek PMK

Terakhir, mendesak Pemerintah Pusat untuk membatalkan kenaikan PPN dikarenakan kenaikan PPN akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat. (Ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *