Ada Relaksasi Bayar PBB, Kota Bogor Bisa Raup Rp80 M

by -
Kepala Bapenda Kota Bogor Deni Hendana. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Di tengah situasi pandemi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus putar otak demi bisa menggenjot peneriman pendapatan daerah.

Salah satunya memberikan berbagai stimulus kepada wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pada tahun ini.

Mulai dari penghapusan pajak dan pengurangan atau diskon bagi warga yang sudah mendaftar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang secara elektronik (e-SPPT).

Program tersebut diklaim efektif lantaran selama tiga bulan penerapan relaksasi pajak di Kota Bogor, penerimaan PBB dari wajib pajak sudah mencapai setengahnya dari target.

“Target penerimaan PBB kita tahun 2022 itu Rp145 miliar. Nah tiga bulan berjalan stimulus itu (Februari-April) sudah Rp70 miliaran lebih. Artinya sudah setengahnya dari target, bisa didapat karena ada relaksasi itu,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Deni Hendana saat ditemui Metropolitan.id, baru-baru ini.

Baca Juga  Semoga Pelaku Cepat Tertangkap...

Menurutnya, kebijakan relaksasi pengurangan atau diskon pajak PBB dimulai sejak Februari lalu. Saat itu, langsung terjadi lonjakan penerimaan pajak PBB.

Deni memerinci, penerimaan PBB Kota Bogor pada Januari 2022 mencapai Rp3,6 miliar. Memasuki bulan Februari atau pertama kali kebijakan relaksasi dilaunching, penerimaan PBB Kota Bogor langsung melesat ke angka Rp56 miliar pada Februari.

Jumlah itu mirip dengan capaian pada Februari 2021 yang mencapai Rp50 miliar, setelah ada relaksasi pajak serupa.

“Kemudian pada Maret itu kita dapat Rp18,1 miliar. Jumlah itu hampir sama dengan capaian Maret 2021, waktu juga ada relaksasi,” ujarnya.

Setelah itu, sambung dia, pada April 2022, capaian penerimaan PBB Kota Bogor berjumlah Rp5,9 miliar.

Baca Juga  Minta Anggaran ke Kang Emil Rp52 M, Kota Bogor Ngarep Pelebaran Jembatan Otista Terlaksana Tahun Depan

Sehingga jika ditotal, dalam waktu tiga bulan berjalan stimulus, penerimaan PBB sudah melebihi Rp70 miliar atau setengah dari target 2022. Jika dijumlah dengan Januari 2022 atau sebelum launching program relaksasi, capaian penerimaan PBB sudah diatas Rp80 miliar.

“Artinya masyarakat reaktif memanfaatkan program ini. Di satu sisi kita ada keringanan buat wajib pajak. Disisi lain pemkot perlu uang buat APBD. Nah karena program itu kita dapat duitnya itu,” tandasnya.

Kebijakan tersebut, kata dia, hal itu sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 7 tahun 2022.

Ia menjelaskan, berbagai stimulus relaksasi yang diberikan bagi wajib pajak yang sudah mendaftarkan e-SPPT, diantaranya diskon pembayaran pokok pajak PBB tahun 2022. Untuk pembayaran pada Februari 2022 mendapat diskon 15 persen, lalu pada Maret mendapat diskon 10 persen dan pada pembayaran pada April 2022 mendapat diskon 5 persen.

Baca Juga  SDN Polpat Raih 3 Medali FLS2N Tingkat Kota Bogor

Kemudian, diskon 20 persen pembayaran pokok piutang pajak PBB dari tahun 2017 hingga 1992 jika dibayarkan pada periode Februari-Maret-April 2022.

Terakhir, mendapat penghapusan denda pajak sampai dengan 2021. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.