Ajukan Utang buat Pengembangan Bisnis, Perumda Tirta Pakuan Minta Restu DPRD

by -

METROPOLITAN.id – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor meminta restu kepada DPRD Kota Bogor terkait pengajuan hutang sebesar Rp64 miliar untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Darmawansyah mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan pengkajian terkait skema pinjaman ini.

“Kami akan mempelajari terlebih dahulu dan mendalami untuk apa pemanfaatan yang akan dia (Perumda Tirta Pakuan, red) pinjam,” kata Edi, Senin (16/5).

Setelah menggelar rapat pada akhir bulan April lalu, Edi mengaku saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan instansi terkait lainnya.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi skema peminjaman yang akan dilakukan oleh direksi Perumda Tirta Pakuan.

Baca Juga  Hujan-Hujan, Mahasiswa-Aparat Malah Bentrok Saat Demo Depan Istana Bogor

“Jadi yang jelas terkait program yang diajukan Perumda Tirta Pakuan, Komisi II akan mempelajari secara mendalam. Penuh dengan kehati-hatian supaya tetap dilandasi dengan kemampuan Perumda Tirta Pakuan untuk bisa mengembalikan pinjaman itu,” ujar Edi.

Berdasarkan hasil paparan, direksi Perumda Tirta Pakuan memastikan pinjaman ini tidak akan memberatkan APBD dalam hal pembayarannya.

Sedangkan untuk skema pengembalaiannya diprediksi akan berlangsung selama 10 hingga 15 tahun dengan subsidi bunga sebesar 50 persen.

“Pinjaman ini diupayakan akan bisa terealisasi di tahun ini. Jadi mereka akan mempersiapkan pengajuannya, segala persyaratan jaminan dan segala rupa,” jelas Edi.

Jika menelisik keuntungan yang diperoleh oleh Perumda Tirta Pakuan selama lima tahun terakhir, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu percaya jika Perumda Tirta Pakuan mampu untuk membayar hutang yang akan dipinjam ini.

Baca Juga  Buat Airlangga Hartarto, Buya Syafii Bukan Hanya Negawaran, Tapi Bapak Bagi Rakyat Indonesia

Namun ia mengingatkan kepada jajaran direksi agar jangan sampai hutang yang diajukan tahun ini menjadi beban bagi direksi selanjutnya, sehingga perlu perhitungan yang matang.

“Secara sekilas ini sangat memungkinkan. Karena tadi sudah dipaparkan kepada komisj II. Mereka punya kemampuan sumbernya dari mana saja,” ucapnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *