Banyak Kepentingan, Jalur Puncak Rawan Pengawalan Ilegal

by -
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata

METROPOLITAN.id – Fenomena pengawalan ilegal oleh kendaraan pelat hitam rupanya menjadi perhatian serius Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor. Sebab fenomena pengawalan ilegal tersebut, kerap disalah gunakan oleh pihak tak bertangung jawab.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Dicky Anggi Pranata menegaskan jika pengawalan hanya dapat dilakukan secara resmi yang artinya tidak diperbolehkan pengawalan oleh kendaraan pribadi.

“Adanya pengawalan berarti dia meminta prioritas, ditakutkan tanpa pengalaman dan pelatihan justru membahayakan. Tidak hanya yang dikawalnya tetapi juga membahayakan pengedara lainnya,” kata Dicky.

Ia mengatakan jika masyarakat membutuhkan pengawalan pihaknya siap membantu. Sehingga masyarakat pun tidak perlu meminta tolong kepada pihak yang tak bertangung jawab untuk meminta pengawalan.

Baca Juga  Jelang Liburan Akhir Tahun Jelang Liburan Aksir Tahun

“Kami dari pihak kelopisian siap membantu masyarakat ataupun yang membutuhkan pengawalanan disepanjang jalur,” paparnya.

Terkait banyaknya pengawalan ilegal di wilayah Bogor, Dicky mengaku jika pihaknya tak segan untuk melakukan penindakan. Sebab dari temuan dilapangan, Satlantas Polres Bogor banyak menemukan pihak tak bertangung jawab melakukan pengawalan yang merugikan orang lain.

“Terakhir kita menangkap kendaraan ambulans yang membawa wisatawan yang dikawal oleh relawan. Jadi kami panggil dan kami tegur, termasuk relawannya kami tindak juga,” kata dia.

“Begitu juga dengan mobil yang digunakan warga negara asing, kita lakukan pendalaman saat ini. Karena masyarakat mungkin melihatnya ini aman dan tidak diperiksa. Semuanya kita lakukan penindakan hukum termasuk kendaraan dinas yang menggunakan rotator warna biru,” sambung Dicky.

Baca Juga  Polres Bogor Sikat 16 Maling Motor Lintas Provinsi, Tak Segan Bunuh Korbannya

Dari pengamatan yang dilakukannya, Dicky mengatakan pengawalan ilegal tersebut kebanyakan dilakukan di jalur Puncak. Sebab, lanjut dia, jalur Puncak yang merupakan primadona ini memiliki banyak kepentingan.

“Bahkan kemarin kita lihat ambulans saja yang seharusnya digunakan untuk membawa orang sakit malah dipakai membawa wisatawan. Jadi mengingat jalur puncak adalah jalur primadona untuk para wisatawan jadi banyak sekali pelanggarannya,” ujarnya.

Untuk menertibkan pengawalan ilegal oleh pihak tak bertangung jawab, Dicky mengaku akan melakukan pernertiban dengan menggandeng beberapa pihak terkait seperti Brimob dan Provos. Sebab ketika ditindak menurutnya, biasanya orang yang melanggar akan lebih galak dari petugas yang menindaknya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.