Bima Arya Kejar PR di Sisa Jabatan, Sulap Plaza Bogor Jadi Sky Bridge ke Kebun Raya Bogor

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Menjelang akhir masa jabatan pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim, beberapa Pekerjaan Rumah (PR) masih belum mencapai target. Salah satunya penataan kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor, Jalan Suryakencana.

“Ini (masa) injury time saya dan pak wakil, kita kejar banyak target. Salah satunnya Plaza Bogor akan saya bongkar. Ini (salah satu) pusat kesemrawutan kota. Ini kita tata habis-habisan,” kata Bima Arya di Kebun Raya Bogor, Rabu (18/5).

Selain tindak lanjut penataan kawasan Suryakencana yang sudah mendapat bantuan dana Rp30 miliar dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) besutan pemerintah pusat, ia ingin kawasan tersebut terintegrasi ke Kebun Raya Bogor (KRB).

Baca Juga  Reses Bareng Struktur Partai, Atty Somaddikarya : Fokus Perjuangkan Hak Warga Miskin

“Ini proyeksinya jadi the best Chinatown se-Indonesia, karena kita multikultur disitu. Kita ingin terintegrasi juga ke KRB,” tukasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga sudah membuat desain untuk mengintegrasikan gerbang Lawang Salapan Jalan Suryakencana ke pintu gerbang KRB.

“Kita sudah desain, dari Lawang Salapan terintegrasi ke KRB. Ekstremnya, gate depan kita hilangkan. Jadi kawasan yang luas dan terintegrasi. Tinggal bicara keamanannya dan bagaimana alur masuk para pengunjung,” tandas Bima Arya.

Sejauh ini, kata dia, alur pengunjung yang masuk ke KRB seringkali krodit apalagi saat menyebrang dari kawasan Jalan Suryakencana.

Pada desain, ada rencana membangun sky bridge atau jembatan layang dari kawasan Suryakencana menuju pintu KRB. Sehingga arus lalu lintas tidak lagi terganggu dengan pengunjung yang menyebrang.

Baca Juga  Sang Juara Akan Menjadi Wakil Kota Hujan

Buatnya, membangun sky bridge lebih ideal dari segi waktu pekerjaan ketimbang membangun tunnel atau terowongan bawah tanah.

“Skybridge kita bangun disini. Kan Sabtu Minggu repot kita, arus lalu linta krodir karena ada orang nyebrang. Idealnya (membangun) tunnel, tapi itu butuh biaya besar dan waktu yang lama. Tapi kalau skybridge bisa. Intinya mari kita bicara, agar mengintegrasikan KRB dan Kota Bogor,” ujarnya.

Selain itu, dalam perencanaan juga Pemkot Bogor akan membongkar Plaza Bogor dan memindahkan pedagang Pasar Bogor. Plaza Bogor pun diproyeksikan jadi titik dalam membangun sky bridge.

“Pedagang Pasar Bogor kita relokasi bertahap. Itu konsep dari 2015 sebetulnya, tapi akan kita realisasikan di sisa jabatan. Kita siapkan relokasinya. Kalau sudah jelas tahapan-tahapannya. Baru kita rencanakan. Jadi nanti tidak ada sekat-sekar lagi, mudah-mudahan pagarnya bisa dibuka. Kami ingin percepat itu,” tandasnya.

Baca Juga  Wow Minum Kopi Ini Bisa Melangsingkan Badan?

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasion (BRIN) Laksana Tri Handoko menyambut baik rencana integrasi Kota Bogor dengan Kebun Raya Bogor. Menurutnya, hal itu sesuai dengan fungsi KRB yang tidak hanya soal riset dan konservasi eduwisata, tapi juga fungsi pusat kegiatan masyarakat.

“Kita setuju itu. Itu salah satu ide yang bagus, jadi mungkin area depan tidak ada, artinya satu kawasan dengan Kota Bogor,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.